Anak Wakil Wali Kota Tangerang Akui Salah Gunakan Narkotika Dalam Sidang Lanjutan di PN Tangerang

  • Whatsapp
Suasana sidang lanjutan kasus narkotika anak Wakil Wali Kota di PN Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sidang lanjutan kasus narkotika yang melibatkan anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dengan pemeriksaan saksi-saksi digelar kembali secara virtual di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (2/11/2020)

Dalam sidang tersebut, anak Wakil Wali Kota dengan  inisial Akm  dan tiga orang temannya, Dede, Syarif dan Taufik mengakui perbuatannya.

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ghojali dan Adib mendatangkan saksi untuk menceritakan ihwal kronologi penyalahgunaan narkotika yang menjerat anak dari orang nomor dua di Kota Tangerang tersebut

Kedua orang saksi itu yakni Riskiyono dan Pardamean Fretdi Manurung. Mereka merupakan petugas Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap Akmal cs. 

BACA JUGA: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Ditangkap Polda Metro Jaya Atas Kasus Dugaan Narkoba

Dalam persidangan, saksi Riskiyono membeberkan kronologi penangkapan. Pada Sabtu 6 Juni 2020 lalu pihaknya menerima adanya laporan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan di rumah terdakwa Dede. 

Pada pukul 00.15 WIB terlihat Dede ke depan rumahnya untuk menghampiri Syarif yang baru datang. Kepolisian kemudian menghampiri terdakwa dan melakukan penggeledahan terhadap rumah Dede. 

“Di dalam rumah Dede sudah terdapat saudara Taufik. Saat digeledah di dalam jaket Taufik ditemukan satu plastik berisikan sabu seberat 0,51 gram. Serta sabu seberat 0,31 gram yang disimpan dalam dompet merah yang ada di atas kasur,” jelas Riskiono. 

BACA JUGA: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Yang Terlibat Narkoba Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kemudian, lanjut dia, petugas juga melakukan penggeledahan lanjutan di kamar terduga Dede. Dalam penggeledahan ini pihaknya juga berhasil mengamankan ganja kering. 

“Lalu digeledah lagi ditemukan satu paket ganja sekira seberat 7 gram dan ditemukan satu kertas coklat berisikan batang ganja dan ditemukan lagi satu kertas warna putih berisikan ganja,” katanya. 

Sedangkan Akmali baru datang ke rumah Dede sekitar pukul 01.00 WIB. Saat digeledah, terdapat bukti chat Akmal untuk memesan barang terlarang itu. Disana juga terdapat bukti transfer Akmal kepada Taufik sebesar Rp. 800 ribu untuk patungan membeli sabu seberat 1 gram seharga Rp. 1,6 juta. 

“Di transfer sama akmal Rp. 800 ribu dan Taufik mentransfer ke Syarif Rp. 800 ribu dan sisa Rp. 800 ribu dibayar cash. Dede dan taufik masing-masing Rp. 400 ribu,” terangnya. 

Ke empat terdakwa membenarkan seluruh keterangan saksi. Mereka tidak melakukan pembantahan terkait keterangan para saksi tersebut. “Tidak ada (bantahan) yang mulia,” kata Akmal.

BACA JUGA: Sidang Lanjutan Anak Wakil Wali Kota Tangerang Akan Hadirkan Tujuh Orang Saksi Polisi

Pengacara terdakwa, Agus mengaku belum puas dengan keterangan saksi. Pihaknya akan menyiapkan saksi yang dapat meringankan tuntutan JPU. “Ya saya belum puas kan belum menyebutkan keseluruhan. Ya belum tahu (jumlah saksi yang dihadirkan) kan masih ada perkembangan selanjutnya,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Aka Kurniawan menyatakan, persidangan akan kembali dilanjutkan pada Senin (9/11/2020) depan. Dimana para terdakwa akan menjadi saksi bagi terdakwa lainnya. “Mereka saling jadi saksi dan bisa jadi empat split empati,” tukasnya. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.