Anak Nekad Bawa Jenazah Sang Ibu Menggunakan Sepeda Motor

  • Whatsapp
Pemotor bernama Sutejo nekad membawa jenazah ibunya Ginem dengan sepeda motor di Boyolali
Tangkapan layar]: Pemotor bernama Sutejo diduga nekad membawa jenazah ibunya, Ginem Suharti, menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan 10 KM di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis.

KABUPATEN BOYOLALI, REDAKSI24.COM– Seorang pria pemotor bernama Sutejo diduga nekad membawa jenazah ibunya, almarhum Ginem, di atas bronjong di jok belakang sepeda motor yang dikendarainya  dengan menempuh jarak 10 Km di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Peristiswa ini tak pelak menggemparkan warga setempat sejak Kamis (29/10 2020). Bahkan, video dan foto pengendara sepeda motor dengan jenazah terbujur kaku ditutup kain batik yang diletakkan melintang di atas bronjong di belakang jok motor itu hingga Jumat  viral di sejumlah akun media sosial.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diperoleh, pemotor yang belakangan diketahui bernama Sutejo,( 50) dalam video itu sedang melintas di salah satu ruas jalan di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Sutejo dengan jasad ibunya di belakang motornya itu menempuh perjalanan sekitar 10 Km dari Kecamatan Banyudono menuju Kecamatan Simo

Salah satu kakak Sutejo, Sri Suyamti, membenarkan bahwa adiknya membawa mayat yang ternyata diketahui merupakan jenazah ibunya, Ginem Suharti yang berusia 80 tahun. Suyamti dan Sutejo sendiri tinggal berdekatan dalam satu pekarangan di Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Suyamti menuturkan, sebelum meninggal Ginem ikut Suyamti. Bahkan, pada Kamis pagi ia sempat berpamitan ke Sutejo untuk bekerja.

“Kalau kerja ya kerja, nanti kalau ada apa-apa tak urusane (saya urusnya), gitu,”ungkap Suyamti mengutip ucapan adiknya, Jumat.

Bahkan, ketika sang ibu meninggal dunia karena sakit tua, Suyamti masih berada di tempat kerja.

“Pukul setengah sembilan (08.30 WIB) saya  dikabari oleh adik ipar (istri Sutejo) kalau ibu meninggal. Dia juga kasih tahu kalau adik saya ini membawa ibu saya ke Simo, kampung halaman ibu, dengan diboncengkan sepeda motor. Saya sangat kaget, kok tega sekali dia,”tutur Suyamti menyesalkan tindakan adiknya.

Kata dia, ibunya sendiri berasal dari Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali.

Menurut Suyamti, awalnya almarhumah Ginem akan dimakamkan sendiri oleh adiknya itu. Namun akhirnya Sutejo meminta bantuan pamannya.

“Saya kan langsung ‘nyusul’ ke Simo, tetapi jenazah ibu tidak ada di rumah. Ternyata sudah di makam, mau dimakamkan sendiri oleh adik saya, padahal belum disucikan,” katanya.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga membujuk Sutejo agar terlebih dahulu mensucikan jenazah orang tuanya sesuai dengan ajaran agama.

Mengenai sikap adiknya, Suyamti mengaku selama ini Sutejo cenderung tertutup.

“Adik saya ini pendiam, jarang bergaul dengan tetangga. Orangnya tertutup, nggak pernah keluar (rumah),” pungkasnya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.