Alhamdulillah, Kebutuhan APD Bagi Puskesmas di Pandeglang Lebih Dari Cukup

  • Whatsapp
Bantuan APD
Petugas medis di Puskesmas Labuan, Pandeglang, Banten mengenakan APD lengkap dalam melayani pasien.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Pandeglang, Banten, dalam upaya menanggulangi covid-19 saat ini dinilai cukup memadai. Saat ini APD bagi tim medis untuk menangani Covid-19 sudah tersedia di sejumlah Puskesmas di kota badak tersebut.

Kepala Puskesmas Labuan, Pandeglang, Angga mengaku, untuk sekarang ini APD cukup memadai. Karena selain dari pemerintah, juga bantuan APD dari para donatur luar cukup banyak.

Bacaan Lainnya

“Untuk APD kami cukup memadai. APD yang ada mayoritas bantuan dari donatur, dari pemerintah juga ada,” ungkap Angga, Kamis (7/5/2020).

Lanjut dia, sebelumnya kebutuhan APD untuk menangani pandemi covid-19 di Puskesmas Labuan jumlahnya terbatas. Tapi saat ini jumlahnya sudah cukup memadai, mulai dari baju, masker serta kebutuhan APD lainnya.

Saat ditanya apakah bantuan APD dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang audah ada, Angga mengaku sudah ada dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Karena mungkin, bantuan APD itu bukan hanya buat Labuan saja, tapi ke semua Puskesmas di Pandeglang. Intinya kebutuhan APD cukup,” ujarnya.

Saat ditanya kasus Covid-19 di Kecamatan Labuan, dia menyebut hanya saja ada orang dalam pengawasan (OPD) yang jumlahnya sebanyak 33 orang. “Kalau PDP atau yang positif covid-19 di Labuan tidak ada,” ujarnya.

Senada dikatakan Kepala Puskesmas Cigelis, Endang Mulyadi, meski sebelumnya sempat kesulitan, namun kini kebutuhan APD bagi para tenaga medis di Puskesmasnya sudah cukup memadai.

“Di Cigelis tidak ada kasus PDP maupun positif Covid-19. Yang ODP juga dari sebanyak 28 orang, tinggal satu yang masih dalam pemantauan. Sebagian besar ODP sudah selesai masa pemantauan,” jelasnya.

Meskipun begitu, menurut Endang, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran covid-19. Apalagi, kata dia, sebentar lagi akan menghadapi musim mudik Lebaran Idul Fitri, tentu pihaknya bekerja lebih ekstra lagi.

“Karena rata-rata orang yang berstatus ODP itu warga pendatang. Jadi dalam menghadapi mudik Lebaran ini kami akan lebih ekstra lagi,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.