Alasan Takut Punya Anak Cacat, Pasangan Kekasih di Tangsel Gugurkan Kandungan

  • Whatsapp
Polres Tangerang Selatan gelar kasus gugurkan kandungan.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Aksi keji dilakukan sepasang kekasih di Setu, Kademangan, Tangsel, dengan cara menggugurkan janin berusia lima bulan yang merupakan hasil hubungan intim di luar pernikahannya. Ironisnya, aksi keji dilakukan karena takut memiliki anak cacat.

Aksi tersebut dilakukan oleh Iyus Riyana (23) dan Cindy Novilia (25). Aksi nekat sejoli itu terbongkar setelah ada seorang warga yang menemukan janin berusia lima bulan terkubur dengan bungkusan kaos dalam di depan rumahnya, di Kampung Kademangan RT.003/003, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Bacaan Lainnya

Cindy mengaku, dia nekat menggugurkan calon buah hatinya lantaran takut sang anak akan terlahir cacat akibat pengaruh obat-obatan yang sering dikonsumsi.

“Sering minum obat maag, obat antibiotik dan alergi untuk mengurangi sakit yang saya derita. Jadi takut kalau anak nanti lahirnya cacat karena efek obat,” kata Cindy saat press release di Mapolres Tangsel, Rabu (1/7/2020).

BACA JUGA: Satu Tersangka Pemerkosa Gadis Dibawah Umur di Tangsel Ditangkap di Sumedang

Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menjelaskan, peristiwa penemuan janin hasil aborsi itu terjadi pada Senin (29/6/2020) lalu. 

“Kasus ini terbongkar berawal dari salah seorang warga yang menemukan gundukan  di depan rumahnya saat sedang menyapu. Penasaran, kemudian dicek dan ada kaos dalam. Semakin penasaran, gundukan itu dibongkar dan ternyata berisi janin yang baru digugurkan,” jelas Iman di kantornya, Rabu (1/7/2020).

Iman menerangkan, sepasang kekasih tersebut kemudian berhasil diamankan dihari yang sama. Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari sejumlah warga yang melihat sepasang kekasih tersebut sekira Pukul 07.00 WIB saat membeli gado-gado dengan gerak-gerik mencurigakan di lokasi sekitar tempat pembuangan janin aborsi tersebut.

“Warga menemukan janin aborsi  sekira pukul 11.00 hingga pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) hingga pukul 18.00 WIB. Pada pukul 22.30 WIB sepasang kekasih berhasil diamankan di kediamannya masing-masing di Kademangan, Setu,” terangnya.

Akibat perbuatan keji tersebut, keduanya terancam hukuman penjara 15 tahun penjara. “Mereka dikenakan Pasal 77 A dan Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 346 KUHP. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Iman. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.