Al Khaeriyah Cilegon Terapkan Kurikulum Antikorupsi

  • Whatsapp
seminar nsional
Yayasan Al Khaeriyah menggelar seminar nasional anti korupsi di Kota Cilegon.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Yayasan Al Khaeriyah di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten menerapkan kurikulum antikorupsi untuk jenjang pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi. Kurikulum pendidikan berbasis e-learning tersebut merupakan modul dari Akademi Antikorupsi (www.akademi.antikorupsi.org) dan akan digunakan di jenjang pendidikan di  lingkungan Al Khaeriyah.

Penerapan kurikulum ini diawali dengan penandatangan nota kesepakatan antara Al Khaeriyah, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Banten Bersih dan disaksikan perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

. Atasi Korupsi, Pemkab Lebak Kerjasama Dengan Dikyanmas KPK

. Pemprov Banten Belum Mampu Alokasikan Dana Pendidikan 20 Persen

Rencananya, kurikulum online e-learning ini diterapkan untuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) dibawah naungan yayasan.

Ketua Yayasan PB Al Khaeriyah Ali Mujahidin menyambut baik diterapkannya pendidikan antikorupsi dalam format e-learning untuk mahasiswa. Pendidikan antikorupsi penting untuk mahasiswa termasuk siswa di Al Khaeriyah sebagai pembentukan karakter.

“Kami sambut baik penerapan e-learning pendidikan antikorupsi ini dan bisa menjadi poin penting untuk akreditasi kampus,” kata Ali Mujahidin di Auditorium KH Brigjen Syam’un, Citangkil, Kota Cilegon, Banten, Rabu (23/10/2019).

Penandatangan nota kesepakatan ini juga diikuti seminar nasional dengan tema ‘Menumbuhkan Peran Siswa dan Mahasiswa dalam Gerakan Pencegahan dan Pendidikan Antikorupsi’. Hadir sebagai pembicara Benydictus Siumlama sebagai Program Koordinator Direktorat Dikyanmas KPK dan Adnan Topan Husodo sebagai koordinator ICW.

Benydictus dalam pemaparannya mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang nilainya hampir Rp 200 ribu triliun. Namun, sumber daya alam ini tidak bisa dinikmati dan jadi modal kesejahteraan publik karena adanya perilaku koruptif.

Selain itu, perilaku koruptif juga menimbulkan kemiskinan termasuk di daerah Banten. Oleh sebab itu, penting untuk mahasiswa dan juga siswa Al Khaeriyah untuk menerapkan nilai antikorupsi seperti kejujuran, kedisiplinan, dan kerja keras sejak dini.

Serupa disampaikan Adnan Topan. Menurutnya, isu korupsi tidak hanya soal pemberantasan yang bisa dilakukan penegak hukum seperti KPK. Korupsi, menurutnya adalah soal integritas pada setiap individu. Sedangkan penerapan pendidikan antikorupsi melalui Akademi Antikorupsi menurutnya sebagai upaya pembelajaran dan penerapan nilai kejujuran dan integritas antikorupsi di sekolah dan kampus-kampus.

“Flatform akademi merupakan e-learning yang sudah bisa dipakai di kampus-kampus dan digunakan untuk pelajar dan mahasiswa. Perangkat ini untuk mengimplementasikan pendidikan antikorupsi di kelas-kelas dan universitas,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.