Aktivitas Galian Tak Berizin Dilahan Pertanian Produktif Diprotes Aktivis Lingkungan

oleh -
RUSAK : Kondisi lingkungan yang terlihat rusak akibat adanya aktivitas galian tanah di Kampung Ganepo, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri.

REDAKSI24.COM—Aktivitas galian tanah di Kampung Ganepo, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri dipersoalkan aktivis lingkungan. Salah satu Aktivis Lingkungan Kecamatan Sukadiri, Ade Maulana mengatakan selain belum memiliki izin lingkungan dan tidak adanya musyawarah bersama pihak kecamatan, Koramil, Polsek, Kepala Desa, RT/RW, dan masyarakat setempat, aktivitas tersebut dikhawatirkan bisa merusak lingkungan. Terlebih aktivitas galian tersebut dilakukan di lahan pertanian produktif.

Ade mengaku, sebenarnya sebelum dimulainya kegiatan pengupasan tanah tersebut pihaknya sudah mendatangi pihak koordinator pengupasan dan meminta agar tidak melakukan kegiatan sebelum adanya izin dari  Muspika setempat.  Namun saat itu pihak koordinator yang berinisial AK memberikan keterangan sudah berkoordinasi dengan Kepolisian, Camat, Satpol PP dan Kepala Desa.

“Saya pun langsung mengkonfirmasi adanya keterangan tersebut kepada Camat Sukadiri  bapak Abdullah dan pihak kecamatan menepis dan menyatakan keterangan tersebut tidak benar,” papar  Ade kepada Redaksi24.com, Kamis (18/7/2019).

Karena belum adanya izin tersebut, Ade meminta agar pihak kecamatan segera melakukan penindakan terhadap aktivitas galian tersebut.

“Seharusnya jika kegiatan seperti itu berlangsung harus ada sosialisasi terlebih dahulu. Dia pun berharap pihak kecamatan segera menegur sebelum aktivitas tersebut kembali berlanjut. Jangan sampai warga yang menegurnya karena akan merusak lingkungan, dan dampak lainnya” tutup Ade.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Sukadiri, Sony Karsan mengatakan membenarkan adanya aktivitas pengupasan tanah yang belum dimusyawarahkan di Kampung Ganepo, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri. Menurutnya, hal ini sangat merugikan masyarakat setempat.

“Ada operator  pengupasan yang belum rapat dengan Muspika, Kepala Desa, RT/RW dan para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Namun yang bersangkutan sudah memulai aktivitas galiannya,” ucap Sony .

Sony meminta agar kordinator galian tersebut memperhatikan imbauan dari Muspika agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kepada koordinator pengupasan tanah di Pakayon, sebaiknya memperhatikan imbauan dari aparat kecamatan. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, maka harus dilakukan musyawarah bersama terlebih dahulu,” harapnya.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.