Aktivitas Ekonomi Warga Lumpuh di Balik Pagar Pasar Cisoka

oleh -
Aktivitas Ekonomi Warga Lumpuh di Balik Pagar Pasar Cisoka perumda Pasar NKR kabupaten tangerang komnas ham dpr ri dprd kabupaten tangerang
Salah satu warga yang juga pemilik tempat usaha terdampak pemagaran berinisial YL menuturkan, jangankan untuk melayani para pembeli, keluar masuk sebagai penghuni rumah saja sulit. Bahkan untuk parkir sepeda motor pun tidak bisa.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Aktivitas ekonomi puluhan warga Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, lumpuh total. Kondisi itu menyusul pemagaran jalan akses keluar Pasar Cisoka oleh Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR).

Salah satu warga yang juga pemilik tempat usaha terdampak pemagaran berinisial YL menuturkan, jangankan untuk melayani para pembeli, keluar masuk sebagai penghuni rumah saja sulit. Bahkan untuk parkir sepeda motor pun tidak bisa.

“Sejak jalan ini dipagar, sejak itulah aktivitas jualan kami lumpuh, nggak ada transaksi sama sekali, kalaupun ada toko yang buka, mereka nggak ada pembeli, mereka harus manjat pakai tangga jika ingin membeli,” keluh YL kepada Redaksi24.com saat ditemui di depan rumah sekaligus tempat usahanya di balik pagar Pasar Cisoka, Rabu (15/9/2021).

Menurut YL, jalan 50 sentimeter yang diberikan Perumda Pasar NKR itu, tidak cukup digunakan sebagai jalan atau aktivitas berjualan.

“Itu juga lahan untuk jalan bekas galian harus kami ratakan lagi, bahkan ada yang korbankan bangunan untuk menambah lebar jalan,” ujarnya.

BACA JUGA: Soal Pagar Pasar Cisoka, Warga Pedagang Bantah Sepakat, Perumda Pasar NKR Klaim Sangat Toleran

DD, warga pemilik toko terdampak pagar Pasar Cisoka juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dia membenarkan ihwal lumpuhnya aktivitas ekonomi puluhan warga pedagang setelah adanya pemagaran jalan akses keluar Pasar Cisoka.

Sementara itu, perwakilan warga pemilik tempat usaha terdampak pagar Pasar Cisoka, H Ato mengaku pihaknya sedang menunggu tindak lanjut tim analisa Komnas HAM dan DPR RI terkait pengaduan warga mengenai pagar Pasar Cisoka.

“Kami berharap secepatnya ada tindak lanjut dari Komnas HAM maupun DPR RI terkait pengaduan kami pada Selasa 7 September 2021 lalu,” harap Ato.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail enggan berkomentar lebih lanjut saat dimintai tanggapan melalui WhatsApp terkait pagar Pasar Cisoka yang melumpuhkan aktivitas ekonomi warga setempat.

“Komisi 1 hari ini lagi hearing, nanti diinfokan,” ujarnya singkat.(RM1/Difa)

2 thoughts on “Aktivitas Ekonomi Warga Lumpuh di Balik Pagar Pasar Cisoka

  1. Memang tanahnya milik perumda akan tetapi tidak ada tolransinya pada warga yg mmiliki tempat usaha dsitu. Mereka berdalih spy tdk mnimbulkan kemacetan spy tdk ada pdagang liar yg dpt merugikan penyewa toko di pasar. Nyatanya sy sbagai warga jg jd ksulitan akses yg harus keluar masuk d pintu yg berbeda yg jaraknya berjauhan mmbukat sy harus berputar2 nambah jauh. Ga kena macet di pasar kena macet jg di prapatan polsek. Lagian faktanya dgn adanya palang pintu itu tdk efektif malah justru mnjadi biang kmacetan krna mau masuk harus ngantri panjang.apalagi keluar yg dadak ngetik nomor plat kndaraan.tambah lama dan bikin macet. Sama sekali tdk efektif. Coba adain poling ke pedagang dan pengunjung pasar apa gitu kesan2nya mngenai cara parkir yg demikian… Pasti rata2 jawabanya bikin ribet…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.