Aktivis Sayangkan Simulasi Penanganan Banjir Saat Warga Dadap Terendam Rob

oleh -
Aktivis Sayangkan Simulasi Penanganan Banjir Saat Warga Dadap Terendam Rob BPBD Kabupaten Tangerang
Pemkab Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didukung TNI-Polri menggelar apel siaga sekaligus simulasi penanggulangan bencana banjir di Danau Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, Rabu (10/11/2021).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah kalangan menyanyangkan Pemkab Tangerang, Banten, yang menggelar simulasi penanganan bencana. Padahal, bencana air laut pasang atau rob tengah melanda warga Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi.

“Kenapa mesti menggelar simulasi, kenapa tidak langsung dipraktekan kepada ribuan warga Dadap yang sedang terendam banjir rob?” tanya Ahmad Suhud, Direktur Eksekutif LSM Badan Pengawas Penyalahgunaan Aset dan Anggaran Negara (BP2A2N), Kamis (11/9/2021).

Diketahui, Pemkab Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didukung TNI-Polri menggelar apel siaga sekaligus simulasi penanggulangan bencana banjir di Danau Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, Rabu (10/11/2021).

Menurut Ahmad Suhud, simulasi penanganan bencana hanya membuang anggaran. Sementara, kata dia, ada ribuan warga di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi yang sangat membutuhkan penanganan lebih serius.

“Saat ini ribuan warga menunggu penanggulangan banjir rob. Daripada anggaran dibuat untuk simulasi, mending dipakai untuk membantu warga yang terdampak banjir rob, setidaknya dapat meringankan beban mereka,” imbuh Ahmad Suhud.

BACA JUGA: Ribuan Warga Dadap Kosambi Kabupaten Tangerang Terendam Rob

Pria asal kecamatan Jambe itu menyebut simulasi hanya untuk antisipasi, tetapi jauh lebih penting membantu warga yang tengah dilanda banjir rob di Kelurahan Dadap. “Daripada simulasi, lebih baik langsung praktek di Dadap,” sindirnya.

Ribuan Warga Dadap Kosambi Kabupaten Tangerang Terendam Rob
Ketinggian banjir akibat naiknya air laut di Kelurahan Dadap itu cukup bervariasi, hingga paling tinggi 50 centimeter. Banjir rob di kawasan Dadap tersebut cukup menganggu aktivitas warga.

Kritikan sama disampaikan Firmansyah, aktivis mahasiswa Kabupaten Tangerang. Menurutnya, simulasi penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur itu, telah melukai hati warga yang terdampak banjir rob di Dadap.

“Yang harus dilakukan Pemkab Tangerang adalah menyelesaikan akar permasalahannya, bukan antisipasi setelah terjadinya bencana,” kritik Firmansyah.

Menurut Firmansyah, di tengah ekonomi yang sedang merosot akibat pandemi COVID-19, sudah semestinya kegiatan menghambur-hamburkan anggaran dihentikan.

“Mending dipakai untuk pemulihan ekonomi atau penanganan untuk warga terdampak banjir rob di Dadap, misalnya dengan menyediakan tenda pengungsian atau lainnya yang lebih bersifat krusial,” tandasnya.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.