Aktivis Minta Satgas Jujur Soal Data COVID-19 di Kabupaten Tangerang

oleh -
Aktivis Minta Satgas Jujur Soal Data COVID-19 di Kabupaten Tangerang
https://covid19.tangerangkab.go.id/

KABUPATEN TANGERANG REDAKSI24.COM–Aktivis dan Penggiat Media Sosial (Medsos) Ismail Ruslan meminta Tim Satgas COVID-19 di Kabupaten Tangerang jujur soal data COVID-19. Pasalnya menurut Ismail, validasi data yang tersaji di website resmi Pemkab Tangerang terkait jumlah terpapar COVID-19 mesti dipertanyakan.

“Satgas COVID-19 baik tingkat kabupaten dan kecamatan harus berani jujur menyampaikan data korban COVID-19,” ujar Ismail kepada awak Redaksi24.com, Jum’at (9/7/2021).

Ismail menjelaskan setelah dirnya bersama tim relawan melakukan kondisi lapangan data yang adaa berbeda dengan dari data yang diumumkan Satgas COVID-19 di website. 

BACA JUGA: PMI Kabupaten Tangerang Siapkan Peti Mati Gratis Bagi Korban COVID-19

“Masa iya di salah satu kecamatan ada yang zero covid-19 di website,” tegasnya.

Aktivis yang berdomisili di wilayah Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini mengatakan, tidak sinkronnya data warga terpapar COVID-19 di kecamatan disinyalir beberapa sebab diantarya banyak pejabat yang tidak ingin malu jika diriy taak mampu mengatasi pandemi ddi wilayahnya.

BACA JUGA: Alhamdulillah, 90 Persen Pasien COVID-19 di Kabupaten Tangerang Sembuh

“Diantaranya kecamatan yang lebih rendah atau tinggi karena pola tracking yang terpapar. Jadi kalau mau buka-bukaan data dan jujur-jujuran banyak camat yang akan kehilangan muka,” tegasnya.

BACA JUGA: Ini Dia Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kabupaten Tangerang

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19  Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi mengungkapkan, data yang di website https://covid19.tangerangkab.go.id/ tidak langsung upadate sebelum melakukan laporan ke provinsi dan pusat.

“Jadi data hari ini bisa dilihat tiga hari kemudian,” katanya.

Selain itu kata Hendra, biasanya data warga terpapar COVID-19  yang mengunakan test swab antigen dan isolasi mandiri tidak masuk website.

“Yang masuk di website yang mengunakan test swab PCR,” pungkasnya (RM1/Hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.