Aktivis Desak Dinkes Pandeglang Tegas Terhadap Kontraktor Puskesmas Cibitung

oleh -
puskesmas cibitung
Pagar Puskesmas Cibitung, Pandeglang, akhirnya ambruk total setelah sebelumnya retak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Aktivis Mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pandeglang, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DPRD Pandeglang, bersikap tegas terhadap kontraktor Puskesmas Cibitung, yang ambruk beberapa waktu lalu.

Aktivis menilai, ambruknya bangunan pagar Puskesmas Cibitung itu, akibat lemahnya sistem pengawasan dari sejumlah pihak terkait, dan adanya kelalaian dari pihak pelaksana, dalam hal ini CV Amirah Putri Firmansyah.

Aktivis GMNI Pandeglang, Muhamad Afandi mengaku, prihatin dan miris terhadap hasil pembangunan yang dilakukan CV Amirah Putri Firmansyah itu. Karena bangunan yang baru selesai dikerjakan itu sudah ambruk lagi. Artinya, kata dia, kualitas bangunan tidak maksimal.

“Meski pihak kontraktor berjanji akan melakukan perbaikan lagi, tapi setidaknya harus ada sikap tegas. Karena ambruknya bangunan itu karena adanya kelalaian dari pelaksana kegiatan,” ungkap Afandi, Jumat (17/1/2020).

Menurutnya, Dinkes dan DPRD Pandeglang, tidak hanya sebatas meminta pertanggungjawaban atas ambruknya bangunan pagar Puskesmas tersebut. Tapi harus dikaji lebih dalam, apa penyebab adanya kerusakan bangunan yang baru selesai dikerjakan itu.

“Biar ke depan lebih baik lagi dan ada efek jera bagi pengusaha nakal. Maka harus ada tindakan tegas, seperti perusahannya diblack list. Sebagai bentuk sanksi terhadap pengusaha yang main-main dalam mengerjakan proyek pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Pagar Puskesmas Cibitung Ambruk, PPTK Dinkes Pandeglang Sebut Akibat Tanah Labil

. Pagar Rusak, Puskesmas Cibitung Pandeglang Rawan Ambruk

. PPK Proyek Puskesmas Cibitung Pandeglang Ngaku Tak Faham Teknis

Lanjut dia, sarana pembangunan kesehatan harusnya menjadi paling utama untuk masyarakat Pandeglang. Sebab, bagaimana masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan bila sarana banguna Puskesmas tidak berkualitas.

“Seolah-olah pembangunan itu asal jadi dan hanya meraup keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan kualitas pembangunannya,” katanya seraya menyayangkan hasil pembangunan yang menelan anggaran sangat besar, namun kualitasnya tidal maksimal.

“Nilai kontraknya sebesar Rp.3,36 miliar, dan nilai itu snagat fantastis. Harusnya hasilnya bagus, tapi kenyataan di lapangan ternyata tidak sesuai harapan,” tuturnya.

Senada dikatakan aktivis HMI Pandeglang, Fikri Anizar, beberapa pembangunan Puskesmas di Pandeglang terkesan asal jadi, tanpa menimbang secara matang. Dikatakannya, pihak legislatif hanya bisa memberikan pernyataan tanpa eksekusi yang jelas kepada dinas atau kontraktor.

“Kami meminta kontraktor itu untuk ditindak tegas, karena dalam melaksanakan pekerjannya terkesan main-main. Jika hal itu tidak ditangani serius, kami akan melakukan aksi demo ke Dinkes dan DPRD Pandeglang,” tegasnya. (Samsl Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.