Akses Lokasi Kegiatan WN Banglades di Pandeglang Ditutup

  • Whatsapp
WN Banglades
Jalan menuju Musola Al Wakaf yang sebelumnya digunakan WN Banglades di Kecamatan Menes Pandeglang, sementara ditutup.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Akses jalan yang menuju Mushola Al Wakap yang sempat menjadi tempat kegiatan Warga Negara Asing (WNA) asal Banglades, di Kampung Pabuaran, Desa Sukamanah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat ini ditutup.

Penutupan akses jalan yang dilakukan pihak Pendamping Desa (PD) dan perangkat desa itu, untuk menghindari adanya WNA yang kembali masuk ke lokasi tersebut selama pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Ondi, salah seorang Pendamping Desa Sukamanah, Kecamatan Menes mengatakan, pasca ditemukannya sejumlah WNA yang positif covid-19 melalui hasil pemeriksaan rapid tes beberapa hari lalu, kini akses jalan menuju Mushola Al Wakaf ditutup sementara.

“Kami bersama perangkat Desa Sukamanah menutup akses jalan menuju Mushola Al Wakaf itu. Tujuannya untuk menghindari WNA atau warga luar Pandeglang melakukan aktivitas di lokasi itu, untuk menghindari penyebaran covid-19,” ungkap Ondi saat ditemui di Kantor Kecamatan Menes, Kamis (16/4/2020).

Menurutnya, penutupan akses jalan tersebut, hanya bagi warga pendatang. Karena dikhawatirkan mereka membawa virus corona seperti WNA Banglades yang dinyatakan positif covid-19 setelah menjalani rapid tes.

“Untuk menghindari dan mencegah penyebaran covid-19, jalan menuju mushola itu ditutup menggunakan portal. Selain penutupan akses jalan, kami juga melakukan sterilisasi terhadap mushola dengan penyemprotan disinfektan,” katanya.

BACA JUGA:

. Sejumlah Warga Negara Banglades di Pandeglang Diduga Positif Covid-19

. Reses, Anggota DPRD Pandeglang Ajak Warga Rajin Cuci Tangan

. Dampak Covid-19, Jalan Bama-Pagelaran Pandeglang Batal Diperbaiki Tahun Ini

Terpisah, Camat Menes, Ubaedilah mengatakan, pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya lima WNA yang diantaranya positif covid-19. Salah satunya dengan membentuk tim gugus tugas covid-19 tingkat desa, agar warga pendatang lebih terpantau lagi.

“Memang untuk kejadian itu (WN Banglades) kami kecolongan. Karena tidak adanya laporan dari pihak pengelola mushola, namun kami akan lebih meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Saat ditanya keberadaan WNA asal Banglades saat ini, Camat mengaku, kelimanya dikabarkan menjalani karantina di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Majasari, Pandeglang.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.