Akibat Covid-19, PAD Kota Tangsel Hingga Juni 2020 Baru Capai 20 Persen

  • Whatsapp
Kantor Pemkot Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Pandemi Covid-19 menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan anjlok. Meski memasuki pertengahan tahun, capaian PAD baru mencapai 20 persen.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, anjloknya PAD lantaran berbagai sektor sumber penghasilan pajak lesu akibat Covid-19. 

Bacaan Lainnya

“Makanya ekonomi kita longgarkan supaya pendapatan naik lagi. Karena kebutuhan anggaran tetap bertambah dan harus membiayai belanja gugus tugas penanganan Covid-19,” katanya, Senin (15/6/2020).

Ben menerangkan, hingga saat ini PAD yang masuk hanya berkisar 10-20 persen. Pendapatan tersebut, anjlok dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama sebelum ada Covid-19 yang mencapai 50-60 persen.

“Dari target, saat ini hanya maksimal 20 persen dari target. Capaian itu masih jauh dari target tahun 2020 hingga Desember Rp 2 triliun. Padahal biasanya, bulan ini udah dapat separuhnya bahkan lebih,” terangnya.

Bakal calon Walikota Tangsel itu menuturkan, pendapatan 20 persen tersebut didominasi dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Pajak Reklame. “Dari sektor PBB lumayan dari target Rp 250 miliar, yang sudah masuk 30 persen. Itu sudah sangat lumayan di tengah kondisi begini. Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) drop karena properti lesu, tapi sektor pajak reklame agak naik,” tuturnya.

Hingga saat ini, di Kota Tangsel hanya Teras Kota Mall yang beroperasi di era new normal dengan protokol Covid-19 sejak 1 Juni lalu. Sementara sejumlah Mall dan tempat makan lainnya, masih berada dalam daftar tunggu lantaran masih mematangkan protokol Covid-19.

Pembukaan sejumlah mall dan tempat makan yang di era new normal dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 4 hingga 28 Juni ini diharapkan dapat menggenjot PAD. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.