Akhirnya, Korban Tsunami di Pandeglang Terima Bantuan Jaminan Hidup

  • Whatsapp
jaminan hidup
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Hari Hikmat memberikan bantuan jadup secara simbolis di halaman BRI LAbuan Pandeglang,

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, akhirnya menerima bantuan dana Jaminan Hidup (Jadup) yang pernah dijanjikan pemerintah beberapa bulan lalu. Bantuan Jadup disalurkan melalui Bank BRI cabang Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (2/11/2019).

Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Pandeglang, secara simbolis menyerahkan bantuan Jadup tersebut kepada sejumlah warga korban tsunami di halaman Bank BRI cabang Labuan.

Bacaan Lainnya

Diketahui, bantuan Jadup yang diterima warga, rata-rata berkisar sebesar Rp3 juta per jiwa. Sedangkan jumlah warga yang telah mendapatkan Jadup sebanyak 2.870 jiwa dari jumlah keseluruhan 4.010 jiwa. Mereka terdiri dari 734  Kepala Keluarga (KK).

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Hari Hikmat mengakui, pihaknya telah menyalurkan bantuan Jadup untuk warga terdampak tsunami di Pandeglang. Namun baru sebagian warga yang menerima. Sementara sebagian korban tsunami yang lain belum menerima, sebab datanya belum lengkap.

“Sebetulnya kami sudah menyiapkan anggaran untuk semua warga terdampak tsunami. Namun karena datanya masih ada yang kurang, akhirnya yang menerima baru sebagian warga,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Korban Tsunami di Pandeglang Tagih Bantuan Jadup

. Bupati Grobogan Sumbang Rp631 Juta Bagi Korban Bencana Pandeglang

. BNPB Bahas Huntap Bagi Korban Tsunami Pandeglang

Menurutnya, dana Jadup sebelumnya juga sudah disiapkan. Namun penyalurannya tergantung pada kesiapan data penerimanya. Karena pihaknya menginginkan penerima bantuan Jadup itu benar-benar warga yang terdampak tsunami.

“Penyaluran Jadup dilakukan secara bertahap. Karena mengingat datanya ada yang masih diverifikasi Dinsos dan BRI dalam pembuatan rekeningnya,” katanya.

Diakuinya, verifikasi data yang belum menerima Jadup harus segera diselesaikan, agar Jadup bisa cepat disalurkan semuanya. Hikmat menyarankan kepada pihak perbankan, ketika rekening sudah dibuatkan dan bukunya siap disalurkan tapi tidak ditemukan calon penerimanya, maka dilakukan verifikasi ulang.

“Yang menjadi kendala itu soal data penerimanya. Namun kami menargetkan pertengahan November ini harus sudah selesai,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Pandeglang, Indah Dinarsiani mengakui, penerima Jadup saat ini baru sebagian, karena verifikasi datanya belum selesai semua. Jadi yang baru menerima Jadup sebanyak 2.870 jiwa.

“Sebelumnya data itu sudah lengkap. Namun setelah diverifikasi dan divalidasi lagi ternyata berbeda, maka dari itu penyaluran Jadup ini tidak sekaligus,” imbuhnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.