Akhir Triwulan ke III, Sektor Pajak Daerah Pandeglang Diklaim Capai 82 Persen

  • Whatsapp
pajak daerah
Ilustrasi - pendapatan pajak daerah Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pandeglang mengklaim, pajak daerah yang masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang, pada akhir triwulan ke III secara keseluruhan sudah mencapai 82 persen.

Jenis-jenis sektor pajak tersebut mulai dari pajak restoran dari target sebesar 84 persen realisasinya mencapai 117 perseb, hiburan 82 persen, reklame 85 persen, penerangan jalan 88 persen.

Bacaan Lainnya

Kemudian, pajak parkir 87 persen, pajak air tanah 109 persen, sarang walet 116 persen, pajak mineral batuan bukan logam baru 40 persen, PBB-P2 realisasinya 66,64 persen dan BPHTB 112,39 persen.

Kepala BP2D Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin mengungkapkan, pencapaian target pajak derah di tengah pandemi Covid-19 sudah cukup maksimal.

BACA JUGA:

“Untuk PBB P2 target awal sebesar Rp19 Miliar, lalu masuk masa covid-19 diturunkan menjadi Rp11 Miliar dan pada perubahan anggaran target PBB-P2 menjadi Rp16 Miliar. Begitupun jenis pajak lainnya, saat ini targetnya sudah banyak tercapai,” ungkap Yahya, Rabu (28/10/2020).

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Fery Hasanudin menegaskan, target pajak daerah merupakan hal yang penting dalam pembangunan daerah. Sebab dana hasil pajak yang masuk ke kas daerah itu akan dikembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat.

“PBB ini kan merupakan PAD dan salah satunya merupakan bagian yang masuk kepada struktur APBD,” katanya.

Menurutnya, upaya memperkuat kemandirian fiskal memang tidak mudah. Namun ia mengajak harus tetap optimis dan berupaya dengan melakukan terobosan dan inovasi untuk peningkatan PAD disektor pajak.

“Banyak kegiatan yang telah dilakukan sebagai wujud dari upaya kearah kemandirian fiskal dengan berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan. Antara lain tahun ini akan di launching payment point pembayaran PBB melalui waralaba,” ujarnya.

Sekda juga berharap kepada pihak desa yang belum melunasi pajaknya sesuai target agar segera membuat terobosan yang diharapkan dapat mencapai target dalam waktu dua bulan.

“Saya harap ada solusi dan terobosan dalam pencapaian target PBB-P2, bangun komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan sehingga setiap permasalahan pencapaian target PBB-P2 dapat segera teratasi,” harap Sekda.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.