Akademisi Hukum : Pemkot Tangerang dan Kemenkumham Jangan Kedepankan Ego Sektoral

oleh -
Ilustrasi : Kemenkumham meresmikan kampus Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di Kota Tangerang beberapa waktu lalu.

REDAKSI24.COM—Akademisi hukum dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Gufroni berharap, Pemerintah Kota Tangerang dan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) tidak saling mengedepankan ego sektoral. Hal tersebut dikatakan Gufroni terkait terjadinya perselisihan antara Pemkot Tangerang dan Kemenkumham yang terrjadi beberapa hari terakhir ini.

Menurut Gufroni tidak elok ketika pejabat lembaga negara dan kepala daerah saling konflik dan dipertontonkan di muka publik. Terlebih perselisihan tersebut berujung saling lapor ke aparat kepolisian.

“Seharusnya mereka memberi contoh yang baik ketika menghadapi suatu permasalahan. Bukan ego sektoral masing-masing,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Gufroni mengatakan dalam menghadapi persoalan ini seharusnya Pemkot Tangerang dan Kemenkumham bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Terlebih lahan tersebut dimanfaakan untuk kepentingan publik.  

“Apa susahnya mereka duduk bersama untuk mencari solusi terbaik terkait tanah milik Kemenkumham yang ada di Kota Tangerang. Apalagi sampai melaporkan ke polisi. Itu sungguh tdk mencerminkan pejabat negara yang melayani. Justru memperkeruh suasana semakin memanas. Sesama pejabat publik tdk boleh saling lapor dan gugat,” tegas Gufroni. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *