Akademisi Politik: Sistem Kerja Pemilu Serentak Harus Dikaji Ulang

oleh -

TANGERANG,R24— Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Mirza Shahreza  mengusulkan agar pelaksanaan Pemilu Serentak mesti dikaji ulang untuk periode selanjutnya. Banyaknya petugas pemungutan suara meninggal akibat kelelahan mengakibatkan gelaran pesta demokrasi serentak tersebut harus direvisi pelaksanaannya…
 Menurut  Mirza, 215 orang petugas  penyelenggara yang wafat saat penyelenggaraan Pemilu serempak tersebut merupakan noda besar. Bahkan menurut Mirza hal tersebut seperti bencana alam yang sedang menimpa negeri ini.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri menyebutnya musibah, jika Pemilu serentak ini diberlakukan lagi hingga seterusnya, seharusnya KPU mengkaji ulang lagi sistem kerjanya agar tidak ada korban yang berjatuhan lagi,” ungkap Mirza.

Dosen Ilmu Komunikasi di UMT ini juga meminta agar adanya petugas tambahan jika esok Pemilu serentak  kembali digelar. Terlebih dengan adanya rencana ditambah dengan pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati.

“Kalau memang Pemilu serentak besok ditambah dengan pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati, agar KPU berlakukan shift kerja  untuk para petugas,” terang Mirza.

Menurut Mirza, walau memang tujuan awalnya Pemilu serentak ini untuk mengefesiensikan anggaran dan hal yang lainnya, tapi segi keselamatan atau kesehatan petugas juga harus menjadi perhatian khusus bagi KPU.

“Mungkin hal kesehatan kurang diperhatikan oleh para penyelenggara, pada akhirnya berjatuhan korban seperti saat ini,” pungkas  Mirza.(ssk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *