Akademisi Minta Kaji Ulang Rencana Pencabutan Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

  • Whatsapp
Akademisi Banten maman rumanta
Akademisi dari UT Serang, Banten, Maman Rumanta meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pencabutan subsidi elpiji 3 Kg.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Rencana Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mencabut subsidi gas elpiji 3 Kg pada pertengahan 2020 nanti, dinilai akan berdampak pada masyarakat kurang mampu. Selain itu, pencabutan subsidi gas 3 Kg dinilai belum sesuai dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Demikain dikatakan Akademisi Banten, Maman Rumanta yang juga Direktur Universitas Terbuka (UT) Serang kepada wartawan saat di Perguruan Tinggi UT Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (21/1/2020).

Bacaan Lainnya

“Bisa dipastikan kalangan akademisi tidak setuju, sebab masyarakat masih banyak yang belum sejahtera dan kurang mampu,” kata Maman.

Ia menceritakan, sebelum masyarakat menggunakan gas elpiji, dahulu menggunakan minyak tanah. Kemudian masyarakat didorong menggunakan gas elpiji. Namun setelah masyarakat menggunakan gas elpiji 3 Kg, sekarang malah justru akan dicabut subsidinya.

“Ini akan berdampak besar kepada masyarakat. Kalangan akademisi perihatin dengan rencana pencabutan subsidi elpiji, justru tidak menutup kemungkinan ini juga akan merugikan pemerintah,” imbuh Maman.

BACA JUGA:

. Wali Kota Serang Geram Pelayanan Publik Belum Optimal

. Penghapusan Pegawai Honor Dianggap Belum Jelas

. Pendidikan Gratis 12 Tahun di Banten Masih Menjadi ‘PR’

Menurutnya, jika masyarakat tidak mampu membeli gas elpiji, mereka akan kembali pada habitatnya, yaitu menggunakan kayu bakar, lalu hutan akan gundul dan merugikan semua. “Dampaknya bulak balik. Begitu siklusnya,” jelasnya.

Sebagai akademisi, pihaknya berharap agar pemerintah mengkaji ulang rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 Kg, sehingga masyarakat tidak menjadi korban pada akhirnya. “Harapannya ada kajian dari pemerintah sehingga nanti kebijakan tidak menyengsarakan masyarakat,” tandas Maman.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.