AJI Jakarta: Pelaku Kekerasan Jurnalis Saat Kebakaran Gereja Christ Cathedral Harus Diproses Hukum

  • Whatsapp
Fotografer Media Indonesia diintimidasi.
Fotografer Media Indonesia diintimidasi.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Aliansi Jurnalis Independen kecam aksi intimidasi verbal dan non verbal yang dilakukan oknum terhadap pewarta Media Indonesia saat melakukan peliputan kebakaran gereja Basilea Christ Cathedral kawasan Paramount Serpong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (27/4/2020).

Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani, menilai tindakan kekerasan dan menghalang-halangi kerja jurnalistik yang dilakukan sejumlah pemuda di komplek Gereja Basilea Christ Cathedral itu telah mencederai kebebasan pers.

Bacaan Lainnya

“Jelas ada di Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tegas menyatakan bahwa jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi24.com Selasa (28/4/2020) pagi ini.

BACA JUGA:

Fotografer MI Diintimidasi Saat Liput Kebakaran Gereja Christ Cathedral di Tangerang

Bupati Tangerang Tutup PT PEMI Balaraja Karena Karyawannya Terpapar Covid-19

Selain itu, kata dia, Pasal 18 UU Pers juga menegaskan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.

“Kami mengutuk keras aksi kekerasan dan penghalang halangan peliputan oleh sejumlah pemuda di Gereja Basilea Christ Cathedral,” ujarnya.

AJI juga mendesak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan memproses kasus ini secara hukum.

“AJI Mengimbau kepada semua kalangan masyarakat untuk menghormati kebebasan pers dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. (Iqbal/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.