Airin Cemas Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Pilkada Tangsel

  • Whatsapp
Airin
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany cemas soal munculnya potensi klaster baru penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.

Kecemasan itu muncul lantaran, adanya pelanggaran penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat tahapan awal pendaftaran yang dilakukan tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Jumat dan Sabtu (4-5/9/2020) yang dilaporkan oleh Bawaslu Kota Tangsel.

Bacaan Lainnya

“Tahapan Pilkada sedang berjalan dan bagaimana protokol Covid-19 untuk dijalankan jangan sampai ada klaster baru,” kata Airin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2020).

Untuk mengantisipasi klaster Covid-19 Pilkada, Airin meminta para tim pemenangan Bapaslon Pilkada 2020 untuk mengurangi kerumunan massa dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

 BACA JUGA: Bawaslu Catat Tiga Bapaslon Pilkada Langgar PSBB, Termasuk Airin Yang Dampingi Benyamin-Pilar

“Hasil rapat kemarin dengan BNPB dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ada masukan bahwa mengurangi kerumunan massa dan betul-betul mengikuti protokol Covid-19. Tujuan akhirnya jangan sampai ada klaster baru,” ungkap Airin.

Soal sanksi pelanggaran protokes Covid-19 yang dilakukan oleh Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel mengacu pada Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 42 Tahun 2020, tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pada intinya itu menjadi satu kesatuan yang manakala ada satu aturan yang mengatur tidak berarti menghapuskan. Jadi manakala ada kegiatan Pilkada tidak berarti Perwal tentang PSBB, Pergub tentang PSBB itu menjadi dilanggar. Itu tidak boleh, harus menjadi satu kesatuan,” tegas Airin.

Mantan Puteri Indonesia Favorit itu menuturkan, pihaknya bersama Forkopimda bakal bersiaga mengawasi penerapan Protokes Covid-19 dalam tahapan Pilkada.

BACA JUGA: Bawaslu RI Sebut Pelaksanaan Pilkada Tangsel di Tengah Covid-19 Berpeluang Besar Terjadinya Politik Uang

“Semuanya siaga. Pak Kapolres, Pak Dandim. Kita diminta siaga terus semua. Sebagai satuan gugus tugas ya semuanya bekerja, Bu Kajari, Saya, Pak Kapolres, Dinkes semuanya menjadi satuan gugus tugas,” pungkasnya.

Soal pelaksanaan sanksi Rp50 ribu bagi para pelanggar PSBB yang belum diterapkan, Airin belum mengetahui dan akan memeriksa ke Satpol PP. “Nanti saya cek sama Satpol PP,” tutupnya singkat.

Sedangkan soal kasus terkonfirmasi positif, jumlahnya semakin meningkat. Pada website lawancovid19.tangerangselatankota.go.id update 9 September 2020 tercatat, ada penambahan 12 kasus positif menjadi 853 kasus dan kasus suspect bertambah 3 menjadi 3.110 kasus. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.