Advokat Laporkan Penyebar Video Asusila Mirip Artis Gisella

oleh -
Pitra melaporkan ke polda metro jaya terkait penyebaran video asusila mirip artis gisella melalui medsos
Advokat Pitra Romadoni Nasution resmi melaporkan penyebar video asusila mirip artis Gisella Anastasia melalui media sosial ke Polda Metro Jaya, Minggu (8/11/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Advokat Pitra Romadoni Nasution resmi melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait penyebar video asusila mirip artis Gisella Anastasia melalui medsos ( media sosial), Minggu (08/11).

Pitra mengaku kalau pihaknya telah mengantongi belasan akun medsos yang ditengarai menyebarkan video asusila itu.

“Video yang kita ajukan sebagai bukti yang sudah kita pilih, yaitu tanpa adanya sensor, dan itu sudah dipertontonkan ribuan orang,” ujar Pitra di Mapolda Metro Jaya, di Jakarta, Minggu

Pihaknya, kata dia, berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas penyebar video tersebut yang membuat resah masyarakat tersebut.

“Fokus kita saat ini bagi penyebar video itu dan kepada Kapolda untuk mengusut tuntas orang yang ada di video itu, apakah benar dugaan-dugaan selama ini apakah benar artis Indonesia atau tidak sehingga ini terang benderang,”tuturnya.

Fitra juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) secepatnya memblokir akun penyebar video asusila mirip penyanyi jebolan ajang pencari bakat itu demi menjaga moral generasi muda.

Sebelumnya, Pitra Romadoni Nasution menyatakan berencana melaporkan penyebaran video asusila yang pemeran wanitanya mirip artis Gisella Anastasia melalui media sosial ke Polda Metro Jaya.

“Kami selaku advokat akan membuat laporan polisi besok (Minggu) ke SPKT Polda Metro Jaya,” kata  Pitra melalui aplikasi pesan singkat yang diterima wartawan.

Menurut dia, penyebaran dan pendistribusian video asusila itu melanggar Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 6 juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornograpi.

Pitra menambahkan langkah pelaporan untuk menghentikan tindakan penyebarluasan tayangan bermuatan pornoaksi maupun pornografi melalui medsos yang telah banyak ditonton oleh jutaan rakyat Indonesia.(Jay De Menes/ANTARA)