Ade Armando Penuhi Panggilan Polda Metro Terkait Postingan Anies Joker

oleh -
Anies Joker
Ade Armando, pegiat medsos yang dilaporkan Fahira Idris terkait potongannya yang dinilai menyudutkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Akademisi Universitas Indonesia yang juga influencer Medsos, Ade Armando memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus postingannya di media sosialnya yang dianggap melecehkan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

Ia tiba sekitar pukul 10.30 WIB mengenakan batik coklat. Ade tiba seorang diri tanpa ditemani kuasa hukumnya.

“Saya datang ke Krimsus Polda berkaitan laporan mengenai FB saya yang menyindir Pak Anies Baswedan sebagai Joker itu,” kata Ade kepada wartawan saat tiba di Polda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019).

Ade menjelaskan, rumor yang mengatakan dia tidak akan memenuhi panggilan polisi adalah fitnah. Buktinya, lanjut dia, saat ini dia tiba di Polda Metro Jaya.

Pakar komunikasi Universitas Indonesia itu membawa sejumlah barang bukti. Diantaranya ia akan menunjukkan ke penyidik soal “meme Joker Anies Baswedan” yang diposting dalam akun Facebooknya pada 31 Oktober 2019.

“Saya nanti akan menunjukan dari mana gambar itu diperoleh, karena setelah saya periksa anggal 31 Oktober ya status FB saya itu. Itu saya duga karena saya nggak pasti apakah gambar itu saya upload, itu saya ambil dari galeri foto yang saya miliki mungkin saya ambil dari salah satu gambar yang tersimpan di sana tanggal 31 Oktober,” tuturnya.

BACA JUGA:

Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Ormas Paksa Kelola Lahan Parkir di Bekasi

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya atas kasus unggahan meme Anies mirip Joker. Fahira menggunakan dasar laporannya itu dengan merujuk Pasal 32 ayat (1) UU ITE.

Pasal 32 ayat (1) menyebutkan, Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik. (Alfin/Aan)