Ada Transmisi Impor Kasus Covid-19 di Tangsel, Walikota Airin Sebut SIKM Tidak Efektif

  • Whatsapp
Wali kota tangsel
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany.

KOTA TANGSEL,REDAKSI24.COM – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany mengatakan penerapan surat izin keluar masuk (SIKM) bagi warga yang beraktivitas datang atau pun pergi ke luar wilayah Jabodetabek dianggap tidak efektif menekan angka kasus Covid-19.

Pemberlakuan SIKM itu tidak efektif, kata Airin, lantaran banyaknya jalan pintas di Kota Tangsel yang menjadi akses keluar masuk bagi para pendatang di luar Jabodetabek.

Bacaan Lainnya

“Pemberlakuan SIKM tidak efektif, karena Tangsel ini  pintunya banyak, mau gimana? Banyak jalan tikus nanti kalau ditutup semua gimana?,” katanya saat menyerahkan alat pelindung diri kepada pengurus masjid, Selasa (28/7/2020).

Padahal, kata Airin,  pada awal Juni 2020 lalu, Pemkot Tangsel memberlakukan SIKM sebagai salah satu syarat wajib pendatang yang melakukan arus balik mudik. Tujuannya, menekan adanya pertambahan kasus Covid-19 baru yang dibawa oleh para pendatang. Tetapi gagal, karena ternyata kasusnya kian hari terus bertambah disebabkan adanya transmisi impor dari daerah zona merah ke Tangsel.

BACA JUGA: Waspada Arus Balik, Pemkot Tangsel Berlakukan SIKM Bagi Masyarakat Luar Jabodetabek dan Banten

Mantan Puteri Indonesia itu pun mengakui, saat ini tren penambahan kasus tidak lagi transmisi lokal, tapi impor dari daerah zona merah Covid-19. Misalnya, lanjut Airin, ada dua keluarga yang positif Covid-19 setelah berkunjung ke luar daerah yang merupakan zona merah.

“Ada beberapa keluarga yang positif dan menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19, bahkan kalau tidak salah video keluarga positif itu sempat viral. Tetapi, saat ini sudah menjalani karantina, sudah sembuh dan pulang,” ungkap Airin.

Ibu dua anak itu juga menuturkan, pencegahan adanya kasus baru Covid-19 ini ada ditangan masyarakat. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak.

“Untuk antisipasi penyebaran kasus ya jaga jarak lah, itu kuncinya. SIKM udah enggak efektif. Jadi, diharapkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak. Ada yang masih bandel mungkin karena mereka belum mengalami langsung menjadi orang positif Covid-19,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kampung Tangguh Jawara Hadir di Tangsel Untuk Melawan Covid-19

Terpisah, Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Tangsel, Ayep Sudrajat menerangkan, SIKM sudah tidak berlaku sejak awal Juli 2020.

“Sudah lama enggak berlaku, kalau tidak salah sejak 1 Juli lalu. Berarti SIKM berlaku sekira satu bulan,” singkat Ayep melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2020).(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.