Ada Telur Diduga Infertil pada Program BPNT di Pandeglang

  • Whatsapp
BPNT Pandeglang
Komoditas telur yang diduga infertil pada program BPNT di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ditemukan telur warna putih jenis telur infentril atau telur hached eggs (HE) dalam program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Seperti yang terjadi di Kampung Ciletik, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Pandeglang, para KPM sembako BPNT di kecamatan tersebut, menrima komoditas sembako BPNT dengan salah satu jenis komuditas telur warna putih yang diduga telur infertil.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga Kampung Ciletik, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Yudi mengatakan, dalam sembako BPNT yang diterima para KPM terdapat telur warna putih yakni mirip dengan telur HE atau infertil. Menurut informasi yang diketahuinya, jenis telur seperti itu tidak layak konsumsi.

“Komoditas sembako BPNT yang baru saja diterima para KPM di Kampung Ciletik, Desa Purwaraja terdapat telur warna putih. Saya hawatir telur itu infertil yang tidak layak konsumsi, dikhawatirkan membahayakan bagi kesehatan warga penerima manfaat,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Dikatakannya, ia mencoba untuk mengetahui isi dari telur tersebut. Setelah telur itu dipecahkan dan kuning telur hancur menyatu dengan putih telurnya. Maka dari itu, ia meminta kepada dinas terkait untuk mengevaluasi komoditas sembako jenis telur infertil yang disalurkan kepada peserta BPNT.

Selain itu, lanjut Yudi, program sembako BPNT yang saat ini telah diterima para KMP diduga juga tidak sesuai dengan nominal nilai uang dalam program BPNT. Karena para KPM hanya menerima beras 10 kilogram, telur warna putih 1 kilo gram, ikan mas kembung 5 ekor dan kentang 4 butir.

“Nominal uang dalam BPNT kan Rp 200 ribu, tapi sembako yang diterima tidak seperti nilai Rp 200 ribu. Sebab ketika dirincikan, untuk beras 10 Kg seharga Rp 100 ribu, telor wana putih Rp22 ribu perkilogram, ikan emas 1 Kg Rp33 ribu dan kentang 4 butir atau 1/2 Kg sebesar Rp8 ribu. Semuanya Rp163 ribu, dan masih ada sisa sebesar Rp37 ribu. Saldonya itu dikemanakan?” jelasnya.

Sementara, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Menes, Pandeglang, Yayan mengaku, sudah mengetahuinya adanya dugaan telur infertile pada komoditas sembako BPNT. Namun menurut dia, telur tersebut layak konsumsi.

“Telur warna putih itu layak untuk dikonsumsi sama seperti telur lainnya, dan jenis telur itu bukan telur infertil,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, telur itu kualitasnya bagus dan layak dikonsumsi. Kata dia, dari pihak penyedia barang juga bertanggungjawab. “Saya juga tidak sembarangan. Karena menurut bosnya telur itu layak konsumsi, bahkan siap bertanggungjawab meskipun dibawa ke pihak dinas juga,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.