Ada Syariat Islam dalam Seni Bela Diri Silat Bandrong Asli Banten

oleh -
silat bandrong
Para pesilat Bandrong dalam Festival Bandrong 2019 di Alun-Alun Serang, Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Beberapa orang sedang memainkan alat musik pengiring seni bela diri silat Bandrong, asli budaya Banten. Para pesilat menunjukan kemahiran memainlan seni bela diri asli Banten itu. Silat Bandrong fokus pada kelincahan tangan, sedangkan gerakan kaki hanya sebagai penopang tubuh.

Aksi para pesilat itu dalam memeriahkan Festival Seni Bandrong 2019 yang digelar di Alun alun Kota Serang, Minggu (22/12/2019). Bandrong adalah seni silat asli Banten yang lahir sejak 1525 masehi. Ada beberapa versi terkait kelahirannya. Ada yang menyebut silat bandrong lahir di Lereng Gunung Santri, Kecamatan Bojonegara, dan Deda Terumbu, Kota Serang.

“Bandrong adalah warisan leluhur sebelum kemerdekaan Republik Indonesia ini sudah ada, dan dahulu menjadi garda terdepan dalam melawan penjajah. Bandrong sudah mendapat sertifikat dari menteri pendidikan sebagai warisan bangsa asli Banten,” Kata Wali Kota Serang, Syafrudin saat menghadiri Festival Seni Bandrong 2019 di Alun alun Kota Serang.

BACA JUGA:

. Komunitas Kopy Kota Serang Santuni Yatim

. Pembangunan Infrastruktur di Kota Serang Belum Optimal

. Pengusaha Hiburan Malam di Kota Serang Diancam Pidana

Dalam Babad Banten tercatat semboyan dalam bahasa Jawa yang artinya,”Orang Banten harus suka menulis jejak leluhur Banten, jangan sampai banyak guru, banjir ilmu, tapi yang salah jadi biasa, yang benar jadi tidak biasa, orang Banten harus ingat sama badan, harus tahu kapan pintar, jangan keblinger.”

Sekitar tahun 1920 sampai 1940 ketika Bandrong dipimpin Guru Besar Ki Marip. Kemudian datang tokoh pesilat Betawi Cempaka Putih Jakarta, Hilmi yang menguasai silat Kwitang Betawi. Keduanya kemudian bertukar jurus. Persahabatan tersebut mempengaruhi aliran Bandrong dengan variasi dan pendalaman jurus, terlihat pada silat Bandrong ada gerakan Kwitang Betawi.

Kemudian masuk unsur aliran silat lain, diantaranya Cimande, Beksi, Kungfu dan Merpati Putih yang memperkaya gerakan dan jurus silat Bandrong. Silat bandrong juga dikenal islami. Dalam gerakan terdapat makna yang diajarkan dalam agama Islam.

Jurus jurus silat bandrong memberikan pelajaran islam. Jurus pertama dua jari artinya syahadat harus dipegang teguh, lima jari artinya rukun islam jangan ditinggalkan,” jelas Syafrudin.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.