Ada Ribuan Kanal Hoax, Kominfo Masih Batasi Akses Internet di Papua

oleh -
Menteri Kominfo RI, Rudiantara

REDAKSI24.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI masih membatasi akses internet pasca terjadinya kerusuhan di Papua. Menteri Kominfo RI, Rudiantara menyebut saat ini ada sekitar 270 ribu kanal hoax yang bertebaran di dunia masya, termasuk di Medsos terkait kerusuhan Papua.

“Twitter menjadi media yang paling banyak menyebarkan konten hoax, diikuti instagram dan facebook,” ungkapnya kepada wartawan usai Mukernas Persada.id di Hotel Atria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (28/8/2019).

Ia menyebut, hal itulah yang menjadi alasan Kominfo RI untuk membatasi akses internet di Papua pasca terjadinya kerusuhan. Meski demikian, kata dia, pihak kominfo hanya membatasi akses internet tapi untuk layanan komunikasi SMS dan telpon masih berjalan normal.

“Komunikasi yang dibatasi, tetapi yang dibatas hanya data. Masyarakat masih bisa berkirim SMS, masih bisa menelepon, dan menerima telepon,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Menteri Kominfo RI Minta Radio Perangi Hoaxs

. Menteri Kominfo RI Minta Radio Perangi Hoaxs

. Bupati Pandeglang Tak Khawatir Ibu Kota Pindah ke Kaltim

Ia melanjutkan, layanan SMS dan telepon yang tidak dibatasi, ketika masyarakat membaca SMS, mereka akan dapat berpikir sejenak dan tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang diterima.

Kata dia, hal tersebut berbeda dengan video, dimana orang akan langsung menerima informasi dan menelannya tanpa berpikir panjang. “Mengapa SMS masih diperbolehkan, karena kecenderungan secara psikologis kalau membaca ada kesempatan orang mencerna, ini benar atau tidak,” tandasnya.(Ricky/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.