Ada Oknum Kepsek di Kabupaten Tangerang Minta Imbalan ke Pengusaha Travel

oleh -
Ilustrasi Pungli
Ilustrasi Pungli/net

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Setiap akhir semester ganjil di beberapa sekolah kerap menggelar kegiatan studi tour bagi para anak didiknya. Kegiatan yang digelar awalnya untuk menambah wawasan, justru diduga kerap dijadikan sebagai cara mendapatkan uang bagi kepala sekolah (kepsek) dengan jalan meminta imbalan (fee) kepada penyedia jasa perjalanan wisata (travel). Imbalan tersebut wajib diberikan jika pengusaha travel tersebut ingin mendapatkan persetujuan kerja sama dengan sekolah  untuk melaksanakan kegiatan studi tour.

Salah seorang penyedia jasa penyedia jasa travel di Tangerang yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan adanya permintaan imbalan oleh oknum kepsek di beberapa sekolah di Kabupaten Tangerang. Dirinya pun mengeluhkan soal adanya permintaan imbalan yang lumayan besar di beberapa sekolah negeri di Kabupaten Tangerang.

“Rata-rata permintaan fee berkisar Rp10 sampai Rp20 juta tergantung banyaknya siswa dan besarnya biaya travel yang diberikan,” jelas pengusaha yang telah cukup lama berkecimpung dalam usaha jasa travel ini.

Namun saat diminta kepsek mana saja yang telah meminta imbalan tersebut, pengusaha ini enggan mengungkapkannya. Namun dirinya mengakui selama ini dirinya masih bisa memberikan imbalan tersebut hanya saja tentunya akan mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada para siswa yang mengikuti studi tour.

“Saya juga belum tahu ini bisa disebut pungli atau bukan, tapi ketika permintaan ‘fee’ ini terlalu tinggi pada akhirnya ada kualitas layanan yang dikurangi, ini pengaruh juga untuk nama travel kita nantinya. Kasihan para siswa juga, kan mereka yang bayar,” pungkasnya. (Ricky/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *