Ada 22 Anak Menjadi Korban Pedofil di Pagedangan, Hingga Diancam Santet

  • Whatsapp
pedofil kabupaten tangerang
Polisi saat meminta keterangan pelaku pedofil pencabulan anak dibawah umur Sarifudin (kanan) di Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah fakta baru soal aksi bejat pedofil pencabulan anak di Kampung Pagerhaur, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terungkap. Jumlah korbannya, mencapai 22 anak dibawah umur dan mendapat ancaman santet.

Korban mencapai puluhan itu, diketahui berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihak RW 01 Kampung Pagerhaur kepada anak-anak dibawah umur yang berada di lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil penelusuran dan kesaksian para korban, saat ini sudah ada 22 anak yang mengaku menjadi korban pencabulan,” kata Ketua RW 01 Ajat Sudrajat saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Ajat menerangkan, dalam melancarkan aksinya pelaku pencabulan Sarifudin alias Udin (40) memilih anak kecil yang bisa diperdaya. Disertai dengan iming-iming uang, dipinjami motor dan main game online gratis. Parahnya lagi, sejumlah anakpun dicekoki dengan tontonan video porno.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pedofil Pencabulan Anak di Pagedangan

Tidak hanya itu, untuk memenuhi hasrat seksualnya dan agar aksi bejatnya tak terbongkar, Udin mengancam para korbannya dengan santet jika para korban buka suara kepada orangtuanya atas aksi cabul yang dilakukannya.

“Para korban ngakunya begitu, mereka pada takut katanya diancam bakal disantet,” ungkap  Ajat.

Selain kepada para korban, pihaknya juga melakukan penelusuran kepada para teman seprofesi tersangka sebagai petugas keamanan atau sekuriti di salah satu perumahan di sekitar Desa Pagedangan.

“Teman seprofesinya sudah mengingatkan aksi bejat Udin, bahkan dia sempat berpindah kontrakan. Diketahui, sudah satu tahun melancarkan aksinya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Polres Tangsel Wacanakan Wajib Masker Bagi Pesepeda

Saat ini, Udin sedang mendekam di penjara. Aksi bejatnya terbongkar, saat salah satu orangtua korban bersama pihak RT RW menangkap Udin setelah anaknya bercerita menjadi korban pencabulan. Udin, diamankan warga, lalu dibawa ke Polsek Pagedangan, Kamis (2/7/2020).

Pada hari yang sama, pelaku kemudian dibawa ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini kasusnya sedang dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangsel.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melalukan penyelidikan terkait aksi pencabulan Udin yang dilakukan terhadap anak dibawah umur tersebut. “Kasusnya masih kami dalami,” kata Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Muharam Wibisono, Minggu (5/7/2020).(Wvyh/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.