Acungkan Satu Jari, Camat Cigeulis Kembali Berurusan dengan Bawaslu Pandeglang

  • Whatsapp
pilkada pandeglang, camat cigeulis, bawaslu pandeglang, paslon buapti-wakil bupati pandeglang, satu jari
Camat Cigeulis Subro Mulisi (dilingkari) berada di tengah pendukung Paslon Buapti-Wakil Bupati Pandeglang nomor urut 1.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Camat Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, Subro Mulisi kembali berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang. Dia diduga mengampanyekan salah satu Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang dengan cara mengacungkan satu jari bersama warga Cigeulis.

Diketahui, foto Camat Cigeulis yang mengacungkan satu jari bersama puluhan warga senpat beredar di sejumlah media sosial, seperti facebook dan group WhatsApp. Dalam foto yang beredar itu terlihat, Subro mengenakan kaos warna hitam dan peci hitam, bersama acungkan satu jari dengan warga yang mengenakan kaos bergambar Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang nomor 01.

Bacaan Lainnya

Subro Mulisi, yang kedua kalinya digarap Bawaslu Pandeglang berkaitan dengan dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada Pandeglang. Karena sebelumnya juga pernah diproses Bawaslu dengan kasus yang sama, bahkan dikabarkan dulu sudah mendapat rekomendasi dari KASN.

Seorang komisioner Bawaslu Pandeglang, Karsono mengaku, pihaknya sudah tahu terkait beredarnya foto Camat Cigeulis yang mengacungkan satu jari bersama warga lain. Kata Karsono, pihaknya sekarang ini tengah memproses temuan tersebut.

“Sedang kami proses penanganan dugaan pelanggaran pemilu itu, dengan mengumpulkan bukti-buktinya. Kami juga secepatnya akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan (Camat Cigeulis),” ungkapnya, Kamis (26/11/2020).

BACA JUGA: Wah, Camat Cigeulis Minta Warga Doakan Petahana Menang Pilkada Pandeglang

Terpisah, Ketua Panwascam Cigeulis, Ulung Haerudin mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan bersama sejumlah saksi.

“Hari ini (Kamis) kami akan mintai keterangan dari yang bersangkutan, terkait foto yang beredar di media sosial. Selain itu ada sebanyak 8 saksi yang akan dimintai keterangannya,” katanya.

Diakuinya, jika setelah dilakukan pendalaman apakah itu memenuhi unsur pidana, atau administrasi dan lainnya, pihaknya akan merekomendasikan kepada pihak yang lebih berwenang lagi, seperti Gakumdu.

“Kegiatannya itu di salah satu rumah warga Kampung Cigeulis Sabrang Barat, pada hari Senin tanggal 24 November lalu. Makanya hari ini kami juga melayangkan surat panggilan kepada pemilik rumah untuk meminta keterangan,” ujarnya.

Sementaraa, Camat Cigeulis, Subro Mulisi membantah memgacungkaan satu jari dalam foto yang beredar di media sosial. Karena, kata dia, dirinya tidak bermaksud untuk acungkan satu jari, tapi pada saat itu menunjuk kepada kameramen untuk tidak difoto.

“Itu bukan mengacungkan satu jari. Tapi saya nunjuk kameramen untuk melarang difoto,” kilahnya.

Tambah camat, dirinya datang ke lokasi tersebut atas dasar undangan reses anggota DPRD. Selesai dari acara itu, kata dia, ia langsung pamit pulang, namun tidak tahu kalau peserta reses ganti kostum.

“Tentang foto itu bukan sengaja saya ngacungkan jsri. Saya nunjuk ke kamera untuk jangan moto,” kilahnya lagi.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.