Acungkan Dua Jari, ASN Kemenag Pandeglang Diduga Terlibat Politik Praktis

  • Whatsapp
ASN kemenag
Foto ASN Kemenag Pandeglang (dilingkari) yang diduga terlibat politik praktis dengan mendukung salah satu Paslon Bupati-Wakil Bupati Pandeglang, viral di Medsos.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Salah seorang pegawai Kemenag Pandeglang, Banten, diduga terlibat politik praktis untuk mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Pandeglang 2020.

Menurut informasi yang dihimpun Redaksi24.com, pegawai Kemenag Pandeglang, yang diduga melanggar netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada Pandeglang, menjabat sebagai penyuluh Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan Kemenag Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Dugaan tidak netralnya ASN Kemenag Pandeglang tersebut, terlihat dari sebuah foto yang viral di media sosial (Medsos) belum lama ini. Dalam foto itu, ASN Kemenag berfoto bersama Calon Bupati Pandeglang nomor urut 02, yakni Thoni Mukson dengan mengacungkan dua jari usai mengikuti kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI.

Tokoh muda Pandeglang, Cecep Bahrul mengaku sangat menyayangkan sikap ASN Kemenag, yang ikut bermain politik pada Pilkada Pandeglang 2020. Menurutnya, dengan adanya foto salam dua jari pada saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang digelar MPR RI itu, jelas nampak politisasinya, karena menghadirkan Pasangan Calon Bupati Pandeglang Nomor 02.

BACA JUGA: Peserta Sosialisasi PPKB Berjubel Dalam Satu Ruangan, Kemenag Pandeglang Dinilai Langgar Protokol Kesehatan Covid-19

“Sungguh sangat disayangkan pegawai Kemenag Pandeglang bermain politik praktis, yang notabene adalah penyelenggara negara yang harus netral sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku,” ungkap Cecep, Jumat (9/10/2020).

Lanjut dia, bukan hanya itu, ia pun menilai sikap anggota MPR RI pun telah melanggar dua poin  PKPU 11 tahun 2020 tentang perubahan atas PKPU Nomor 4 tahun 2017 pasal 63 ayat 3 tentang kampanye. Padahal, kata dia, jelas sosialisasi empat pilar dibiayai negara, akan tetapi malah dimanfaatkan untuk kepentingan politik terhadap salah satu calon dalam Pilkada Pandeglang.

“Anggota MPR RI saya rasa tidak mencerminkan etika yang baik, karena setidaknya anggota MPR RI tersebut telah melanggar PKPU Nomor 11 tahun 2020,” katanya.

Pihaknya meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang untuk menindak tegas ASN Kemenag Pandeglang, yang diduga terlibat dalam politik praktis tersebut. “Saya meminta kepada Bawaslu untuk menindak ASN Kemenag itu,” tegasnya.

Sementara, Divisi Pengawasan Bawaslu Pandeglang, Karsono mengaku pihaknya baru mengetahui kegiatan tersebut dari media massa. Dengan adanya informasi tersebut, Karsono mengaku akan menelusuri terlebih dahulu terkait foto yang beredar itu.

“Saya baru dapat informasinya tadi, kami akan melakukan penelusuran terkait infomasi itu. Kami akan cek dan investigasi terlebih dahulu. Kalau benar terbukti kami akan proses secara aturan yang berlaku,” tegasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.