Achmad Badawi, Pendiri UMT dan Tokoh Pendidikan Banten

  • Whatsapp
Dr. H. Achmad badawi, S. Pd., MM semasa hidupnya.

TANGERANG,REDAKSI24.COM—Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) harus mampu memberikan layanan pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau. Demikian cita-cita besar rektor pertama sekaligus tokoh pendiri UMT Achmad Badawi. Cita-cita itu wajib dilanjutkan para penerusnya dengan memajukan universitas hingga mewujud, bukan saja sebagai lembaga perguruan tinggi, namun pusat pemikiran dan aksi masyarakat Banten yang berkemajuan.

Hal itu diungkapkan Ahmad Amarullah, penerus tongkat estafet kepemimpinan UMT sepeninggal Achmad Badawi yang wafat pada 6 Juni 2019 di usia ke-68 tahun. Badawi tutup usia satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Sebagian besar hidup pria yang lahir di Tangerang, 01 Agustus 1951 itu dihabiskan sebagai aktivis Muhammadiyah. Pria yang memiliki gelar doktor, sarjana pendidikan, sarjana ekonomi hingga magister manajemen itu memulai aktivitasnya di organisasi kemuhamadiyahan dengan menjadi Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, Ketua Majlis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang hingga Ketua Majlis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang. Jabatan terakhirnya adalah Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Bacaan Lainnya

Sebelum wafat, Badawi sedang menyiapkan rancang bangun persiapan merayakan Satu Dekade UMT, termasuk penyusunan buku “1 Dekade UMT Membangun Umat” dan “70 Tahun Dr. H. Achmad Badawi, S. Pd, SE, MM”

“Agak sulit melepaskan bayang-bayang beliau dalam dinamika perkembangan UMT sebagai amal usaha Muhammadiyah di Banten, sekaligus perguruan tinggi swasta dengan kecepatan perkembangannya melampaui perguruan tinggi swasta di Banten yang sudah berpuluh-puluh tahun berdiri. UMT dengan Dr. H. Achmad Badawi, S. Pd, SE, MM rasanya sulit dilepaskan,”ungkap Amarullah.

BACA JUGA :

Bupati A Zaki Iskandar, Memberi Inspirasi dari Segala Lini

Dinilai Peduli Pendidikan, UMT Berikan Penghargaan untuk Walikota Tangerang

Walikota Airin, Sukses Memberdayakan Wanita di Tangsel

Achmad Badawi merupakan salah satu tokoh pendiri Universitas Muhammadiyah Tangerang yang resmi berdiri pada 03 Agustus 2009. Pada hari itu, Universitas Muhammadiyah Tangerang beroperasi sebagai perguruan tinggi melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 109/D/O/2009 tentang Ijin Operasional Universitas Muhammadiyah Tangerang.

UMT merupakan peleburan tiga sekolah tinggi yang cukup lama dikelola Persyarikatan Muhammadiyah yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah. Ketiganya berlokasi di Jalan Perintis 1/33 Cikokol Kota Tangerang.

STIE Muhammadiyah Tangerang didirikan pada tanggal 1 Juni 1993 dan merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama Persyarikatan Muhammadiyah Tangerang. Setelah itu, menyusul berdirinya STAI Muhammadiyah Tangerang tahun 2000 sebagai respon Persyarikatan Muhammadiyah Tangerang terhadap tingginya minat masyarakat terhadap calon-calon guru-guru agama yang terdidik dan berkualitas. Disusul kemudian, berdiri Stikes Muhammadiyah Tangerang tahun 2004.

Amal-amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah tersebut di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang. Ketiga lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah Tangerang itu kemudian melebur dan digabung menjadi Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan selanjutnya populer dengan sebutan nama “UMT”.

“Kontribusi UMT dalam memberikan layanan pendidikan tinggi bermutu dan terjangkau adalah cita-cita besar yang pernah beliau dedikasikan untuk masyarakat Banten. Melanjutkan cita-cita almarhum, memajukan UMT hingga mewujud bukan saja lembaga perguruan tinggi, namun pusat pemikiran dan aksi masyarakat Banten yang berkemajuan adalah bentuk penghormatan untuk beliau, Sang Perintis, Pendiri dan Figur Pejuang Pendidikan. Kami bangga pernah memiliki beliau,”ungkap Ahmad Amarullah tentang Achmad Badawi.

Pada malam anugerah Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Awards, Achmad Badawi memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Pendiri UMT dan Tokoh Pendidikan Banten. Penghargaan yang sangat layak mengingat kiprahnya di dunia pendidikan.

Badawi memulai kiprah di dunia pendidikan dengan mengajar di SD Muhammadiyah Tangerang pada tahun 1972 hingga 1974. Selanjutnya pria yang dikenang humoris namun tegas itu menjadi pegawai negeri sipil dan mengajar di berbagai tempat mulai SD, SMA hingga Madrasah Aliyah.

Badawi yang aktif berorganisasi kemudian sempat menjabat sebagai Ketua Umum PGRI Kota Tangerang. Setelah pensiun dari kedinasan, dia menjadi Pembantu Ketua IV STIKes Muhammadiyah Tangerang sebelum akhirnya menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang sejak 2009 hingga 2019.

Tak hanya berorganisasi, Badawi juga rajin menulis buku. Diantaranya buku berjudul Membangun disiplin dan kinerja guru yang terbit di tahun 2012, Kinerja guru dan Lingkungan Kerja di tahun 2013 dan Strategi dan Teknik Membangun Motivasi Kerja.

Badawi juga menjadi pembicara dalam forum internasional kerjasama dengan berbagai Universitas di Australia ; Victoria University, Holmesglen Institute, Tasmania University, Hobbart Institute. Namun dia tetap mengisi berbagai kegiatan dakwah, pengajian dan majelis ta’lim di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat umum. (Hdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.