Absensi Guru SDN Daru II Bukan Dimanipulasi, Tapi Ini Alasannya

oleh -
Absensi Guru SDN Daru II Bukan Dimanipulasi, Tapi Ini Alasannya kabupaten tangerang kecamatan jambe
Kepala SDN Daru II, Suheti mengaku baru tiga bulan menjabat di sekolah tersebut. Dia mengaku proses belajar mengajar juga absensi guru di sekolahnya berjalan lancar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Mantan Kepala SDN II Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, Sumanta membenarkan adanya guru yang tidak aktif mengajar namun tetap mengisi absensi secara penuh.

“Itu bukan manipulasi. Absensi tersebut benar, karena situasi dan kondisi sedang Covid-19 dan kegiatan belajar mengajar lebih banyak daring dan tidak boleh berkerumun saat itu dan tidak ada kegiatan tatap muka, sehingga kegiatan lebih banyak dilakukan di rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Sumanta saat memberikan klarifikasi kepada Kepala SDN Daru II dan Ketua PGRI Jambe, Rabu (15/12/2021).

Terkait hilangnya Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik salah satu guru yang berinisial IMS, dia menyarankan untuk menanyakan kepada operator. “Biar nanti operator yang menjelaskan,” ujarnya.

Sementara Kepala SDN Daru II, Suheti mengaku baru tiga bulan menjabat di sekolah tersebut. Dia mengaku proses belajar mengajar juga absensi guru di sekolahnya berjalan lancar.

“Semua berjalan baik dan apalagi kegiatan PTM sudah dimulai maka guru yang ada harus aktif normal seperti biasa,” jelas Suheti.

BACA JUGA: SDN Daru II Jambe Dicurigai Manipulasi Absensi Guru Honor

Suheti menjelaskan, terkait Dapodik milik guru berinisial IMS yang hilang, secara internal sudah diselesaikan. Menurut dia, hilangnya nama guru IMS dari Dapodik karena adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dobel.

“Saya tanya Operator kenapa Dapodik guru IMS tidak ada?, jawab operator ada data ganda karena NIK dobel, sebelumnya data yang dipakai data Bogor. Namun begitu ganti data Tangerang, sistem belum diubah,”

Kondisi itu mengharuskan operator mengeluarkan terlebih dahulu Nama IMS untuk dilaporkan ke dinas. Secara sistem, kata dia, harus daftar kembali ke Kementerian Pendidikan. Namun prosesnya terhambat sistem, sehingga terjadi miskomunikasi.

“Ini kami sudah jelaskan ke IMS,” papar Suheti seraya berjanji akan segera perbaiki Dapodik milik IMS tanpa harus mengganggu aktivitas IMS yang hampir 18 Tahun mengabdi.

Sedangkan Ketua PGRI Kecamatan Jambe, Sukardi berjanji akan melakukan monitoring serta memperbaiki kinerja guru di wialyah kerjanya.

“Saya akan selalu monitor kinerja guru guru untuk meminimalisir terjadinya kegiatan yang akan merugikan,” ujar Sukardi.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.