Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19, Warga Pandeglang Sesaki Pasar

  • Whatsapp
Warga Pandeglang Abaikan Protokol Kesehatan
Sejumlah pasar tradisional di Pandeglang disesaki warga yang hendak berbelanja kebutuhan lebaran.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, penerapan protokol kesehatan covid-19 di Pandeglang mulai melemah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kerumunan warga yang hendak berbelanja kebutuhan lebaran di setiap pasar tradisional di Pandeglang.

Seperti yang terjadi di Pasar Labuan, Pasar Menes serta sejumlah pasar lainnya di Pandeglang, pada H-1 Idul Fitri volume kepadatan warga di sejumlah pasar cukup tinggi. Kepadatan pengunjung pasar pada masa pandemi covid-19 tak bisa dibendung. Tak terlihat satupun petugas yang mengawal, sehingga warga berdesak-desakan mengabaikan sosial dan physical distancing.

Bacaan Lainnya

Tim gugus tugas covid-19 Kecamatan Labuan, Pandeglang, Ace Jarnuji mengatakan, sejak awal hingga saat ini pemerintah terus berupaya memberikan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan penyebaran covid-19, salah satunya mengindari kerumunan, social distancing serta penerapan protokol kesehatan lainnya.

“Bahkan anggaran tidak adapun kami berupaya membuat tempat cuci tangan di sejumlah titik di Labuan, salah satunya di sekitar pasar. Namun tetap saja kerumunan warga di pasar terjadi, apalagi menjelang Lebaran,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2020).

Camat Labuan itu juga mengaku tidak hanya upaya sosialisasi, pihaknya juga  menggelar Rapid test covid-19 kepada warga. Namun, menurut dia, cara itu pun tak membuat warga mematuhi protokol kesehatan.

“Semua jangan dibebankan kepada pemerintah. Tapi warga juga harus sadar bahaya covid-19. Ini terjadi bukan hanya di Labuan, tapi semua pasar daerah lainpun dipadati pengunjung,” katanya.

Diakuinya, kerumunan warga terjadi di sejumlah pasar, karena tidak adanya kesadaran warga terhadap bahaya Covid-19. “Susah jika tanpa ada kesadara dari warga sendiri. Padahal kesehatan lebih penting dari segalanya, kerumunan warga saat ini seolah acuh tehadap himbauan pemerintah,” ujarnya.

Sementara, seorang pengunjung Pasar Labuan yang enggan disebutkan namanya mengaku, wajar jika warga yang berbelanja membludak. Namun, kata dia, sebagai antisipasi penyebaran covid-19, ia mengenakan masker.

“Saya kan harus belanja kebutuhan untuk Lebaran. Saya juga tetap menggunakan masker saat berbelanja,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.