Abaikan Protokol Covid-19, Giant Citra Raya Cikupa Tangerang Ditutup Paksa Satpol PP

  • Whatsapp
giant cikupa
Petugas Satpol PP bersitegang dengan manajemen Giant Cikupa saat akan dilakukan penyegelan terhadap pusat perbelanjaan tersebut, Sabtu (9/5/2020).

KABUPATEN TANGERAN, REDAKSI24.COM – Satpol PP Kabupaten Tangerang menyegel pusat perbelanjaan Giant di kawasan Citra Raya, Cikupa,  Kabupaten Tangerang, Banten. Ini adalah kali kedua petugas Satpol PP menutup paksa pusat perbelanjaan di Kabupaten Tangerang yang nekat beroperasi saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Beberapa waktu lalu penyegelan juga dilakukan petugas Satpol PP pada pusat perbelanjaan Ramayana dan Subur Subur di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Penutupan kedua pusat belanja itu dilakukan juga karena melanggar PSBB.

Bacaan Lainnya

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Santosa menuturkan, penyegelan Giant Citra Raya yang dilakukan pada Sabtu (9/5/2020) itu, berawal dari informasi adanya aktivitas penjualan pakaian di pusat perbelanjaan tersebut yang tidak diperbolehkan dalam aturan PSBB.

Bambang melanjutkan, dengan adanya aktivitas tersebut, membuat pengunjung yang datang membeludak dan di luar kapasitas, sehingga menimbulkan kerumunan atau antrean saat melakukan pembayaran di kasir.

Menurutnya, manajemen Giant Citra Raya tidak mampu menjalankan protokol Covid-19 seperti jaga jarak diantara pengunjung atau physical distancing. Pun social distancing, sama sekali terabaikan.

“Bahkan manajemen Giant tidak mencatat pegawai yang datang dan pulang di bawah suhu 37°c tapi hanya mencatat pegawai yang bersuhu diatas 37°c itu pun tidak ditindaklanjuti,” ungkap Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2020).

Menyikapi hal tersebut, lanjut Bambang, petugas langsung melakukan penyegelan sementara terhadap Giant Citra Raya. Penyegelan dilakukan dengan memasang garis line Pol PP dan memasang stiker penutupan dengan pelanggaran Perbup PSBB Nomor 20 dan Perbup PSBB Nomor 24 Tahun 2020 Tentang PSBB.

Bambang mengakui, sempat terjadi perdebatan sengit dalam penutupan Giant Citra Raya itu lantaran pihak manajemen tidak mau menandatangani BAP penyegelan.  “Tapi kami tetap melaksanakan penyegelan,  hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Bambang menambahkan, bila manajemen Giant Citra Raya telah melakukan evaluasi dan bisa melaksanakan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19, Giant Citra Raya boleh beroperasi kembali, itu pun hanya untuk penjualan sembako.

“Pihak manajemen juga harus antisipasi lonjakan pengunjung, jika protokol Covid-19 bisa dijalankan, maka manajemen Giant diberikan kesempatan untuk membuka usahanya, itupun hanya untuk sembako,” tandasnya (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.