Abaikan Instruksi Wali Kota,  Tempat Hiburan Malam di Kota Cilegon ‘Tantang’ Covid-19

  • Whatsapp
tempat hiburan malam
Tempat hiburan malam di salah satu kawasan Kota Cilegon beroperasi hingga dinihari, Selasa (17/3/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM – Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Cilegon, Banten tetap beroperasi hingga dinihari. Padahal Wali Kota Cilegon,  Edi Ariadi telah mengeluarkan instruksi agar seluruh tempat hiburna malam tutup. Instruksi penutupan itu  untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Tempat hiburan malam seolah menantang virus corona dengan masih tetap beroperasi hingga dinihari,” ungkap Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Rikil Amri kepada wartawan, Selasa (17/3/2020) dinihari.

Bacaan Lainnya

Rikil mengapresiasi kebijakan wali kota untuk meliburkan sekolah dalam upaya mencegah pandemic covid-19 di Kota Cilegon. Termasuk membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang atau keramaian dan kerumunan, tak terkecuali menutup tempat hiburan malam di seluruh Kota Cilegon selama status KLB pandemi covid-19 belum dicabut.

“Tapi sangat disayangkan, kami lihat langsung tempat hiburan malam masih banyak yang beroperasi, seperti di Lingkar Selatan, buka sampai jam 01.00 dini hari,” kata Rikil.

Selain menantang covid-19, menurut Rikil, pengelola tempat hiburan malam juga telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cilegon No 2 Tahun 2003 tentang perizinan penyelenggaraan hiburan, khususnya pembatasan jam operasional sampai pukul 00.00 WIB,

BACA JUGA:

Pasien DP Corona di RSDP Serang Jadi 3 Orang, 1 Rujukan dari Kota Cilegon

. Antisipasi Corona, Dindik Kota Cilegon Wajibkan Wastafel di Setiap Sekolah

. Wali Kota Cilegon Minta Siswa Belajar di Rumah, Jauhi Kerumunan

“Kami minta dewan untuk mengkaji ulang Perda tersebut, harus ada regulasi yang tegas dalam menyikapi tempat hiburan malam. Lebih baik mencegah daripada mengobati.,” ujar Rikil yang juga Mahasiswa Pascasarjana UIN SMH Banten itu.

Dia mengaku sebagai generasi muda merasa miris melihat Kota Cilegon yang notabene kota santri tapi dipenuhi dengan kemaksiatan yang dilegalkan.

“Tempat hiburan malam itu dikhawatirkan menjadi tempat penularan virus covid-19,” ujar Rikil yang juga anggota PPS Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon itu.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.