A Taufik Nuriman Benarkan Dana TCW Mengalir ke Tatu

  • Whatsapp
pilkada kabupaten serang
Mantan Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Mantan Bupati Serang Periode 2010-2015 Ahmad Taufik Nuriman (ATN) mengaku pernah mendengar kabar adanya dana hasil korupsi TCW alias Wawan mengalir ke Tatu Chasanah sebesar Rp4,5 miliar.

Kabar itu, ungkap Taufik,  merebak sejak dia terpilih menjadi Bupati Serang untuk periode kedua, 2010-2015. Namun kala itu, kata Taufik, ia tidak mau ikut campur karena itu merupakan masalah pribadi Tatu. Selain itu dirinya juga tidak mau terjebak dalam prasangka, sebelum ada bukti nyata dari penegak hukum.

Bacaan Lainnya

“Sejak dulu Tatu paling takut jika aliran dana tersebut terungkap. Karena itu selama ini dia terus mengelak kalau dirinya menerima aliran uang itu,” katanya, Sabtu ((2/11/2019).

BACA JUGA:

. Jaksa KPK Sebut Tatu Terima Uang Korupsi Wawan Rp4,5 Miliar

. PBB Bulat Dukung Tatu di Pilkada Kabupaten Serang 2020

. Taufik Nuriman Ancam Seret Tatu-Panji ke Jalur Hukum

Taufik mengaku tidak mengetahui perihal penggunaan dana tersebut. Sebab pada saat itu masing-masing mempunyai dana kampanye sendiri, tidak tercampur. “Saya tidak tahu,” ujarnya.

Taufik Nuriman merupakan Calon Bupati Serang periode 2010-2015 yang kala itu berpasangan dengan Tatu Chasanah sebagai wakilnya. Pasangan Taufik Nuriman-Tatu Chasanah (Tuntas) diusung Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PKS, PPP, PDIP dan PKPI berhasil mengungguli kedua pasang lawannya dengan perolehan suara 55,19 persen.

Pasangan nomor urut dua Andy Sujadi-Sukeni (Assik) yang diusung Partai Gerindra, PBB, PNBKI dan lima partai non parlemen yakni PPRN, PPPI, PPI, PDP dan PSI memperoleh suara sebanyak 32,04 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut tiga Syahbandar-Djahidi Sadirman (Syajadah) yang diusung PAN, PBR dan empat partai non parlemen yakni PKB, PKNU, PPIB dan Partai Buruh memperoleh 12,77 persen suara.

Dalam dakwaan JPU KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/10/2019), Tatu menerima uang sebesar Rp4.540.108.000 untuk biaya dirinya yang saat ini maju sebagai calon Wakil Bupati Serang dalam Pilkada 2010.

Selain Tatu, TCW  juga mengeluarkan Rp2,9 miliar pada November 2010 untuk biaya kebutuhan Pilkada Tangsel 2010-2011 yang diikuti Airin Rachmi Diany. Kemudian pada September 2011 mengeluarkan Rp3.828.532.762 untuk biaya Ratu Atut Chosiyah saat mengikuti Pilgub Banten 2011.

Tatu sendiri saat dikonfirmasi mengelak telah menerima uang tersebut. Tatu juga mengaku belum mendapat panggilan dari KPK seperti yang dilakukan kepada istri Wawan,  Airin Rachmi Diany dan Atut Chosiyah.

Dalam dakwaannya Jaksa KPK juga menyebutkan, TCW memperoleh uang tersebut dengan cara mengatur usulan anggaran dan proyek di Provinsi Banten bersama Atut. Wawan menggunakan empat perusahaannya untuk mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek pemerintah di Banten, termasuk di Tangerang Selatan.

Dua proyek yang diduga dikorupsi oleh TCW adalah pengadaan alat kedokteran Rumah Sakit Rujukan Banten dan pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan pada Tahun Anggaran 2012.

Pada proyek pengadaan alkes RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinkes Provinsi Banten 2012. TCW telah menguntungkan diri sendiri Rp50.083.473.826 dan orang lain.

Sedangkan pada proyek alkes Pemkot Tangsel, TCW telah memperkaya diri sebesar Rp7.941.630.033 dan orang lain. Jika ditotal, dari dua perbuatan korupsi tersebut, Wawan diduga telah memperkaya diri sejumlah Rp58.025.103.859. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.