865 sekolah di Tangerang Selatan Laksanakan PTM Terbatas

oleh -
Ilustrasi: Pelaksanaan PTM terbatas di Tangsel- (ist)

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM– Jumlah sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Tangerang Selatan terus bertambah.

Itu terjadi, karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh Dinas dan Kebudayaan kota setempat, sekolah-sekolah tersebut sudah siap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat dan konsisten.  

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, total sekolah yang sudah melaksanakan PTM di wilayahnya sebanyak 865 sekolah. 

“Data per 6 November 2021 (dua bulan sejak PTM digelar) ada tambahan 180 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas. Semua jenjang pendidikan dengan hasil verifikasi dan dengan prokes yang ketat,” papar Taryono saat dikonfirmasi awak media, Selasa,(16/11 2021).

BACA JUGA: PTM di Tangsel Diklaim Aman, Dindikbud Perbolehkan Kantin Sekolah Buka Kembali 

Taryono merinci, untuk jenjang taman kanak-kanak (TK) terdapat penambahan sebanyak 127 sekolah. Sedangkan, untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) tercatat ada penambahan sebanyak 13 sekolah.  

“Jenjang sekolah dasar (SD) bertambah 15 sekolah menjadi 324 sekolah, sebelumnya hanya 309 sekolah. Kemudian sekolah menengah pertama (SMP) ada penambahan sebanyak 23 sekolah menjadi 191 sekolah, sebelumnya 168 sekolah. Jadi, total ada 865 sekolah” kata Taryono. 

Disinggung terkait kabar adanya klaster PTM di wilayahnya, Taryono menyatakan  hal tersebut adalah dua hal yang berbeda. 

“Iya sempat kabarnya ada yang reaktif, tapi saat lakukan PCR itu hasilnya negatif. Kemudian hal itu dua hal beda, penambahan sekolah yang lakukan PTM, kan berdasarkan hasil survei terkait kesiapan sekolah,” jelas Taryono. 

Lebih jauh Taryono menjelaskan, seluruh sekolah yang mendapat izin laksanakan PTM tetap diwajibkan untuk menjaga serta menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat dan konsisten.  

“Setiap sekolah harus memaksimalkan peran satuan tugas Covid-19 di setiap sekolahnya, juga koordinasi dan kolaborasi dengan puskesmas terdekat dan pimpinan wilayah (RT, RW, kelurahan) serta dengan orang tua siswa,” pungkasnya. (RM2/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.