800 Hektar Sawah Yang Dilanda Banjir Bandang di Lebak Belum Bisa Difungsikan

  • Whatsapp
Banjir Bandang di Lebak
Banjir bandang landa lebak (dok)

LEBAK,  REDAKSI24.COMBanjir Bandang dan tanah longsor yang menimpa 6 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, beberapa waktu lalu mengakibatkan 800 hektar sawah di daerah tersebut tidak dapat berfungsi sebagai lahan pertanian.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan  (Distanbun) Lebak, Rahmat Yuniar, Sabtu (20/6/2020). Itu terjadi, kata dia, karena ratusan hektar sawah tersebut tidak bisa kembali ditanami karena adanya endapan lumpur dan material lainnya, seperti puing-puing rumah dan batu. Bahkan, terdapat beberapa hektar sawah yang kondisinya rata seperti lapangan sepakbola.  

Bacaan Lainnya

Untuk memulihkan  hal tersebut, kata Rahmat,  memerlukan kerja keras, karena sama halnya dengan mencetak persawahan baru.  Untuk itu,  pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, khususnya Pemerintah  Pusat.  

Karena, kata dia, pemulihan pasca banjir bandang di sektor pertanian sangat perlu, khususnya dalam meningkatkan perekonomian para petani di wilayah tersebut.

“Dengan kondisi ini sangat berdampak terhadap produktivitas  tani,  bayangkan saja jika satu hektar sawah menghasilkan 5,6 ton padi,  berapa ribu ton kah padikah yang tidak bisa diproduksi,” kata dia.

Sementara itu,  Kepala Desa Ciladaeun,  Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak,  Yayat Dimyati  mengatakan, terdapat 10 hektar sawah di Desanya yang terdampak bencana banjir bandang tersebut.  Akibatnya,  puluhan hektar sawah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam. 

Dan para petani yang tidak bisa berproduktivitas lagi, bergantung pada program penanaman vetiver atau akar wangi yang digagas oleh BNPB. Karena itu, katanya, pihaknya berharap puluhan hektar sawah di Desa Ciladaeun itu bisa segera difungsikan sebagaimana mestinya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.