8.541 Jamaah Calon Haji Banten Batal Berangkat, Kemenag Janjikan Pengembalian ONH Cair Dalam Seminggu

  • Whatsapp
jemaah calon haji
Jemaah calon haji tahun ini btal diberangkatkan ke Tanah Suci lanatran pandemi Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 8.541 jamaah calon haji asal Banten yang direncanakan akan melaksanakan ibadah haji pada tahun 2020, batal diberangkatkan. Keberangkatan mereka ke tanah suci rencananya diundur tahun depan.

Kepastian pembatalan tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Ahmad Bazari Syam saat dihubungi Redaksi24.com, Rabu (3/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Bazari, jumlah jamaah calon haji tersebut tersebar di delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Bagi jamaah calon haji yang mengalami pembatalan pemberangkatan, jika ingin mengambil ongkos naik haji (ONH)-nya bisa dilakukan melalui kantor Kemenag daerahnya masing-masing.

“Prosesnya tidak sulit, dalam waktu satu minggu (ONH) sudah bisa dicairkan 100 persen tanpa potongan apapun,” katanya.

Bazari menambahkan, untuk pemberangkatan tahun berikutnya, pihaknya tetap mendahulukan jamaah calon haji yang masuk dalam kategori usia lanjut. Sehingga, bisa saja jamaah calon haji yang awalnya diagendakan berangkat tahun 2021, diundur ke tahun 2022 karena ada golongan usia yang didahulukan ini.

“Tetap yang usia lanjut kami dahulukan. Untuk daftar tunggu pemberangkatan hajinya mencapai sembilan tahun,” katanya.

Selain ibadah haji, pembatalan juga dilakukan bagi jamaah umroh sampai waktu yang belum bisa ditentukan. “Kami semua menunggu kebijakan dari Kerajaan Arab Saudi. Jika sudah ada kebijakan pembukaan, maka jamaah umroh bisa kembali diberangkatkan,” ujarnya.

Keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah calon haji tahun 2020 ini dituangkan dalam Keputusan Mentri Agama RI nomor 494 tahun 2020. Dalam keputusan tersebut, tidak hanya jamaah calon haji yang dibatalkan.

Pembatalan itu berlaku bagi seluruh pemberangkatan ke Arab Saudi juga tidak diperbolehkan, seperti haji khusus, visa haji muamalah atau undangan serta visa khusus yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi. Pembatalan itu disebabkan Pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar negara di dunia.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.