7 Nelayan Hilang Belum Ditemukan, Ratusan Warga Pandeglang Gelar Doa

  • Whatsapp
nelayan pandeglang
Warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten menggelar doa bersama untuk keselamatan tujuh nelayan yang hilang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggelar doa bersama untuk keselamatan 7 nelayan korban KM Puspita Jaya yang terbalik di Perairan Selat Sunda pekan lalu. Doa bersama untuk nelayan yang hilang itu, digelar Pantai Batako Dermaga Teluk, Labuan tadi malam.

Hingga kini 7 nelayan masih dinyatakan hilang. Sebelumnya mereka mengalami kecelakaan laut pada Kamis (18/6/2020) bersama 9 anak buah kapal (ABK) KM Puspita Jaya lainnya. Namun ke 9 ABK berhasil diselamatkan, sedangkan 7 ABK lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

Bacaan Lainnya

Diketahui, Tim Basarnas Banten serta tim gabungan lainnya, telah melakukan pencarian mulai dari lokasi tebraliknya KM PUspita Jaya hingga ke kawasan Perairan Sumatera. Selama 7 hari proses pencarian dilakukan, ke 7 nelayan asal Labuan, Pandeglang itu hingga kini belum juga diketemukan.

BACA JUGA: Pencarian 7 Nelayan Pandeglang yang Hilang Terkendala Gelombang Tinggi

Kepala Desa Teluk (Kades), Kecamatan Labuan, Pandeglang, Endin Fahrudin mengatakan, pihaknya bersama ratusan warga menggelar doa bersama untuk keselamatan ketujuh nelayan yang hingga kini belum ditemukan.

“Mudah-mudahan mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” doanya, Jumat (26/6/2020).

Dia mengakui, ke 7 nelayan yang hilang akibat lakalaut KM Puspita Jaya itu sebagian besar adalah warganya. Tentu, kata dia, pihaknya juga tidak tinggal diam atas bencana yang menimpa warganya itu.

“Segala upaya pencarian telah dilakukan. Bbahkan hingga ke Perairan Sumatera. Namun hasilnya masih nihil, maka sekarang kami serahkan kepada Allah SWT agar ke 7 nelayan itu diselamatkan. Tapi Tim SAR juga terus melakukan pencarian,” ujarnya.

BACA JUGA: Keluarga Nelayan Pandeglang yang Hilang Minta Basarnas Banten Gunakan Heli

Terpisah, Rumayah, istri salah satu nelayan yang hilang, mengaku terus memanjatkan doa untuk keselamatan suaminya. Ia berharap suaminya bersama nelayan lainnya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

“Semoga suami saya bisa ditemukan lagi, supaya kami bisa kumpul lagi bersama keluarga,” kata Rumaya sambil.meneteskan air mata.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.