7 Nelayan Belum Ditemukan, Basarnas Banten Kerahkan 12 Kapal Penyelamat ke Selat Sunda

  • Whatsapp
kapal nelayan terbalik
Tim Basarnas Banten dibantu sejumlah pihak masih menelusuri Perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan tujuh nelayan KM Puspita Jaya yang hilang sejak Kamis (18/6/2020)..

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proses pencarian 7 dari 16 nelayan asal Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten yang mengalami kecelakaan laut pada Kamis (18/6/2020) lalu di Perairan Selat Sunda sudah memasuki hari ke 4. Namun ketujuhnya hingga kini belum ditemukan.

Pada Kamis pagi, ke 7 orang nelayan tersebut berangkat bersama 9 nelayan lainnya dari Dermaga Teluk, Labuan menuju perairan Selat Sunda untuk mencari ikan menggunakan Kapal Motor (KM) Puspita Jaya. Namun pada sore harinya, kapal yang mereka gunakan terbalik dihantam gelombang besar perairan Selat Sunda.

Bacaan Lainnya

Dari peristiwa tersebut, sebanyak 9 nelayan sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Namun 7 lainnya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Tim Basarnas Banten dibantu pihak terkait lainnya masih terus mencari keberadaan ketujuh nelayan naas tersebut.

Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin mengatakan, pencarian terhadap ke 7 nelayan terus dilakukan. Para tim pencarian yang menggunakan Kapal SAR Wisnu menyisir perairan Pulau Panaitan. Selain itu, RIB 02 Banten juga melakukan pencarian dari Labuan menuju perairan Pulau Panaitan.

Kemudian, kata Zaenal, Kapal dari Basarnas Lampung juga dikerahkan di pesisir Selat Sunda, untuk melakukan pencarian terhadap ke 7 nelayan tersebut. Bantuan lain juga dikerahkan, mulai Lanal Banten, Basarnas Jakarta, Polairud Banten, KSOP Banten, ASDP Merak SAR MTA dan PMI Cilegon.

“Kami mengerahkan sebanyak 12 kapal penyelamat untuk mencri keberadaan tujuh nelayan KM Puspita Jaya yang masih hilang,” ungkap Zaenal Arifin, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, proses pencarian difokuskan ke beberapa pulau di sekitar perairan Selat Sunda, seperti Pulau Panaitan, Rakata, Pulau Peucang dan pulau-pulau terdekat lainnya. “Selain tim SAR gabungan proses pencarian terhadap 7 korban juga dilakukan para nelayan Labuan, dengan menggunakan dua kapal nelayan,” katanya.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Pandeglang, AKP Dwi Hary mengatakan, pihaknya juga terus melakukan penelusuran untuk mencari 7 nelayan yang hingga kini belum ditemukan. “Kami menurunkan 8 personil, ada yang standbay di Pos Polairud Panimbang, di sekitar Teluk Labua,” ujarnya.

Dia mengakui, personilnya tidak bisa mencari ke Perairan Selat Sunda karena keterbatas sarana, seperti kapal yang digunakan berukuran kecil sehingga tidak bisa menembus gelombang ke Pulau Panaitan maupun Rakata.

“Mudah-mudahan kami bisa segera menemukan 7 nelayan itu dalam kondisi selamat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.