660 Pedagang Pasar Ciputat Akan Direlokasi ke Plaza Ciputat

  • Whatsapp
Pedagang Pasar Ciputat sedang diskusi dengan Disperindag Kota Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merelokasi sekira 660 pedagang Pasar Ciputat ke Plaza Ciputat.

Relokasi dilakukan, karena pemkot akan melakukan revitalisasi Pasar Ciputat menjadi pasar tradisional berkonsep modern.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel Maya Mardiana mengatakan, tahapan revitalisasi masih dalam tahapan sosialisasi untuk merelokasi para pedagang yang ada di Pasar Ciputat.

“Revitalisasi Pasar Ciputat ini termasuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) ibu wali Kota. Harus segera dilakukan revitalisasi agar dari unsur perdagangan lebih baik lagi dan tata wilayah juga lebih tertata sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya saat melakukan sosialisasi revitalisasi dan relokasi di Plaza Ciputat, Jumat (5/6/2020).

Meski Tangsel masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Maya menargetkan, relokasi ratusan pedagang tersebut akan dilakukan pertengahan bulan ini.

“Lebih cepat lebih baik, berharap dipertengahan Juni ini. Maka itu, sekarang kita sosialisasikan untuk skema relokasi di tengah pandemi ini. Tentu, nantinya akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan akan dilakukan secara bertahap. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan, apalagi sampai membludak,” terangnya.

Maya menjelaskan, ratusan pedagang lapak dan kios tersebut akan direlokasi ke Plaza Ciputat. “Pemilihan Plaza Ciputat, karena dekat dengan lokasi pasar. Jadi, para pedagang tidak terlalu khawatir kehilangan pelanggan dan aksesnya lebih mudah,” jelasnya.

Salah seorang pedagang Pasar Ciputat Sukri (60) yang menjalankan usahanya sejak 1984 itu meminta, agar proses relokasi dilaksanakan dengan tertib dan adil.”Dulu, saya sudah pernah merasakan revitalisasi dah saya pernah merasakan pahitnya dampak revitalisasi tersebut,” keluhnya.

Ia bercerita, bahwa pengalaman pahit revitalisasi yang dirasakan lantaran lapak yang dulunya ia tempati, ternyata setelah bagus diisi oleh para pedagang baru dari luar.

“Makanya, harapan saya nanti setelah revitalisasi selesai, kami dapat mengisi lapak kami seperti sebelumnya. Kalau tidak begitu, kami akan kehilangan pelanggan dan tentu berdampak ke penghasilan,” tutupnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.