643 Bandar Narkoba se Indonesia Dibui di Nusakambangan

oleh -
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Reynhard Silitonga.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Sepanjang tahun 2020. sebanyak 643 narapidana (Napi) kasus narkoba dari berbagai wilayah di Indonesia telah dikirim ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Mereka akan menjalani masa hukuman di balik jeruji besi di pulau para napi tersebut.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Reynhard Silitonga kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/12/2020) mengatakan, pemindahan para bandar narkoba itu merupakan keseriusan pihaknya dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (Rutan).

“Ini bukti keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkoba yang terjadi di dalam lapas maupun rutan. Kami memiliki lapas dengan tingkat keamanan tinggi, one man one cell, dan teknologi tinggi yang mumpuni untuk mendukung langkah kami memberantas narkoba,” ujar Reynhard.

Para napi tersebut, menurut dia, menempati sejumlah lapas yang memiliki tingkat keamanan super maximum security dan maximum security di Pulau Nusakambangan.

BACA JUGA:  Jelang Pergantian Tahun Baru 2021, Berbagai Jenis Narkoba Siap Edar Diungkap Polres Tangsel

Reynhard mengungkapkan narapidana bandar narkoba yang dipindahkan berasal dari sejumlah wilayah, diantaranya sebanyak 99 orang dari Jakarta, 46 orang dari Banten, Jawa Barat sebanyak 91 orang, Yogyakarta 48 orang.

Kemudian Napi narkoba dari Jawa Timur sebanyak 21 orang, Aceh 50 orang, Sumatera Utara 54 orang, Riau 47 orang, Sumatera Selatan 50 orang, dari Lampung 76 orang, Kalimantan Barat 43 orang serta sebanyak 18 napi narkoba berasal dari Bali.

Pemindahan narapidana dari wilayah-wilayah tersebut, kata dia, merupakan hasil deteksi dini yang dilakukan jajaran Ditjen Pemasyarakatan serta sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

“Deteksi dini kami lakukan secara menyeluruh selain langkah preventif lainnya seperti pemeriksaan kunjungan hingga razia rutin. Sinergi kami lakukan seperti dengan Polri dan BNN agar pemberantasan peredaran narkoba dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” jelasnya.

Reynhard juga menegaskan, para petugas yang terbukti terlibat peredaran narkoba dalam lapas atau rutan akan dijebloskan ke dalam lapas di Nusakambangan.

“Kami tidak main-main dalam pemberantasan narkoba. Tidak hanya narapidana bandar narkoba, tetapi juga petugas akan kami pindahkan ke Nusakambangan untuk menjalani masa pidana,” kata Reynhard.(ANT/Difa)