6 Buruh Tersangka Penerobos Ruang Kerja Gubernur Banten, 6 Lagi Diburu

oleh -
6 Buruh Tersangka Penerobos Ruang Kerja Gubernur Banten, 6 Lagi Diburu polda banten umk 2022
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, pihaknya serius menangani laporan Nomor 496 tanggal 24 Desember 2021, terkait buruh yang telah menerobos ruang kerja Gubernur Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Petugas Polda Banten mengamankan 6 buruh yang diduga melakukan pengrusakan kantor Gubernur Banten pada aksi unjukrasa menuntut revisi UMK 2022, Rabu (22/12/2021).

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, pihaknya serius menangani laporan Nomor 496 tanggal 24 Desember 2021, terkait buruh yang telah menerobos ruang kerja Gubernur Banten.

“Kami bertindak cepat dengan mengidentifikasi pelaku berdasarkan dokumentasi yang disampaikan pelapor, data pelaku diidentifikasi dengan menggunakan alat face recognizer Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten,” kata Shinto Silitonga kepada wartawan di Mapolda Banten, Senin (27/12/2021).

Shinto yang didampingi Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal dan Kuasa hukum Gubernur Banten, Asep Abdulah Busro, menjelaskan, kurang 24 jam pasca pelaporan Ditreskrimum Polda Banten mengamankan para buruh sejak Sabtu (25/12/2021) dan Minggu (26/12/2021).

Mereka masing-masing berinisial AP (46), laki-laki, warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, SH (33), laki-laki, warga Citangkil, Kota Cilegon dan SR (22), perempuan, warga Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kemudian SWP (20), perempuan, warga Kresek, Kabupaten Tangerang, OS (28), laki-laki, warga Cisoka, Kabupaten Tangerang, serta MHF (25), laki-laki, warga Cikedal, Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA: Buruh Terobos Kantor Gubernur, Polri Diminta Evaluasi Protap Pengamanan Obvit

Keenam buruh yang menerobos masuk ke dalam ruang kerja Gubernur Banten itu, bakal dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan terhadap barang secara bersama dan Pasal 207 KUHP tentang dengan sengaja di muka umum menghina suatu kekuasaan di Indonesia.

Ditreskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal menambahkan, dari hasil pemeriksaan, 6 buruh tersebut statusnya kini menjadi tersangka. Penetapan itu sesuai fakta hukum dan dokumentasi yang dimiliki penyidik.

Ade Rahmat menyebut, masih ada 6 buruh lainnya yang masih dalam pencarian penyidik Ditreskrimum Polda Banten untuk mempertangunggjawabkan perbuatannya.

Empat tersangka, lanjut Ade Rahmat, AP (46), SH (33), SR (22), SWP (20) dikenakan pasal 207 KUHP tentang secara sengaja dimuka umum menghina sesuatu kekuasaan negara dengan duduk di meja kerja gubernur, mengangkat kaki di atas meja kerja gubernur dan tindakan tidak etis lainnya. Keempatnya diancam pidana 18 bulan penjara.

“Keempat tersangka tidak ditahan. Sedangkan dua tersangka OS (28) dan MHF (25), dikenakan Pasal 170 KUHP yaitu bersama-sama melakukan pengrusakan terhadap barang yang ada di ruang kerja Gubernur Banten, dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan penjara,” jelas Ade Rahmat.

Dari hasil penangkapan para tersangka, Ditreskrimum Polda Banten menyita barang bukti berupa dokumen video, baik dari CCTV maupun dari sumber lainnya, anak kunci, engsel besi pintu, topi, handphone dan beberapa baju.(Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.