59 Daerah Lokasi Pilkada Memiliki Tingkat Kerawanan Tinggi dari Aspek Pandemi

  • Whatsapp
Afifuddin menyebut 59 dari 270 daerah penyelenggara pilkada memiliki tingkat kerawanan tinggi dari aspek pandemi
Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Selasa, menyatakan, sebanyak 59 dari 270 daerah lokasi Pilkada serentak 2020 memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap aspek pandemi Covid-19.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Komisioiner Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum), Mochmammad Afifuddin, menyebut, sebanyak 59 dari 270 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2020 memiliki kerawanan tinggi dari aspek pandemi Covid-19.

Afifuddin dalam rilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2020 terbaru jelang tahapan kampanye di Jakarta, Selasa, mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemutakhiran dari IKP 2020 pada Juni lalu.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan IKP Pilkada 2020 yang dimutakhirkan September 2020, terdapat 9 Provinsi, 50 kabupaten/kota yang terindikasi rawan tinggi dalam konteks pandemi,”ujar Afifuddin,

Dikatakan, untuk kabupaten/ kota angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan IKP pemutakhiran Juni 2020 yang menyebutkan 26 kabupaten/kota terindikasi rawan tinggi dalam hal pandemi Covid-19.

“Beberapa indikator untuk mengukur kerawanan tersebut di antaranya adanya penyelenggara pemilu yang terinfeksi Covid-19 dan/atau meninggal karenanya,” kata dia.

BACA JUGA:Bawaslu Sebut Penundaan Pilkada Serentak Bisa Timbulkan Beragam Masalah

Kemudian, adanya penyelenggara pemilu yang mengundurkan diri karena wabah Covid-19, lonjakan pasien dan korban meninggal dunia virus tersebut, dan adanya penolakan penyelenggaraan Pilkada 2020 dari masyarakat awam maupun dari tokoh masyarakat lantaran pandemi.

Adapun, 10 daerah dengan kerawanan tertinggi dalam aspek pandemi adalah Kota Depok, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Manado, dan Kabupaten Bandung. Kemudian Kabupaten Sintang, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Bandar Lampung.

Selain 50 kabupaten kota dan 9 provinsi yang terindikasi memiliki kerawan tinggi dalam konteks pandemi, Bawaslu juga mendata 126 kabupaten/ kota yang rawan sedang, kemudian 85 kabupaten kota yang tingkat kerawanannya rendah terhadap Covid-19.

Mempertimbangkan situasi dari hasil pemutakhiran IKP September 2020 tersebut , Bawaslu memberikan sejumlah rekomendasi yakni penyelenggara pemilihan, pasangan calon, tim kampanye, dan pemilih diminta selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Protokol kesehatan secara ketat dalam melaksanakan dan mengikuti kegiatan kampanye,” kata Afifuddin menegaskan.

Rekomendasi lainnya, koordinasi kepolisian dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 setempat dalam penegakan hukum dan penindakan atas pelanggaran prokes.(Boyke/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.