500 Hektar Sawah di Banten Rusak Akibat Banjir

oleh -
sawah terendam
Ratusan hektar sawah di Kabupaten Lebak, Banten mengalami puso akibat terendam lumpur dari bencana banjir bandang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda kota/kabupaten di Provinsi Banten awal tahun 2020, bukan saja merusak infrastrukur jalan dan jembatan, tapi juga area pertanian. Bencana banjir sedikitnya telah merusak 500 hektar area persawahan milik petani di Provinsi Banten.

“Sebanyak 439 hektar sawah telah dinyatakan puso karena terendam lumpur. Paling banyak sawah rusak terjadi di Kabupaten Lebak,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid saat dihubungi wartawan, Minggu (12/1/2020).

Agus merinci, kerusakan sawah terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, seluas 40 hektar serta di Desa Tambak, Kecamatan Cimarga seluas 2 hektar. Desa Biutangsari, Kecamatan Cipanas seluas 5 hektar, Desa Cipanas 28 hektar dan Desa Luhur Jaya 20 hektar.

Di Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira sawah yang rusak seluas 5 hektar, Desa Sajira Mekar 27 hektar, Desa Sajira 42 hektar, Desa Sukajaya 115 hektar, Desa Bungurmekar 60 hektar, Desa Calungbungur 60 hektar, serta Desa Pajagan 35 hektar.

Menurut Agus, tidak bisa cepat untuk melakukan perbaikan lahan sawah milik petani yang terendam banjir dan lumpur. Dibutuhkan waktu paling tidak selama tiga bulan untuk memperbaiki batas-batas area persawahan yang rusak tersebut.

Pemulihan kondisi persawahan rusak akibat terdampak banjir dan kongsor, lanjut Agus,  mulai dari penetapan patok hingga pemulihan jaringan irigasi tersier yang rusak. “Kami inginnya cepat, tapi tentunya juga harus cermat dalam menentukan batas-batas sawah hilang akibat terendam banjir dan lumpur,” katanya.

BACA JUGA:

. Pasca Banjir Warga Miskin di Lebak Akan Bertambah

. Pemprov Banten Fokus Tangani Infrastruktur Pasca Banjir

. Mentan Salurkan Bantuan Pada Petani Lebak Yang Terdampak Banjir Bandang

Menurut Agus, dalam jangka pendek, pihaknya akan mengirimkan alat berat berupa eksavator untuk membantu pemulihan area persawahan warga yang terendam banjir dan lumpur, termasuk perbaikan saluran irigasi yang rusak.

“Kami bantu eksavator karena banyak pematang sawah yang hilang. Ini yang harus segera dituntaskan. Setelah itu baru memperbaiki jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pertanian,” ujarnya.

Agus menyatakan, pemulihan area sawah yang terendam lumpur di Kabupaten Lebak akan melibatkan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Pihaknya juga akan memberikan bantuan benih padi gratis bagi petani yang area persawahannya terdampak banjir dan longsor. “Kami juga berharap petani bisa kembali bercocok tanam pasca banjir,” imbuhnya.

Lebih jauh Agus memaparkan, pihaknya berencana menggelar edukasi kepada para petani, khususnya terkait asuransi tanaman padi atau Program Asuransi Usaha Tani Padim (AUTP). Program itu diprioritaskan bagi semua petani di Banten, khususnya yang berada di zona rawan gagal tanam atau gagal panen akibat banjir, longsor dan tsunami.

Agus mengakui, sampai saat ini masih banyak petani Banten yang belum menyerap program AUTP. Akibatnya, pada saat lahan sawah mereka puso, gagal panen atau diterjang bencana banjir dan longsor, para petani tidak bisa mendapatkan biaya pengganti.

Saat disinggung langkah konkrit dalam waktu dekat ini Pemprov Banten untuk membantu para petani yang terdampak banjir bandang, Agus menyebut, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Ditjen tanaman pangan, sambil terus menerjunkan petugasnya untuk membantu para petani yang terkena musibah banjir.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa mengaku khawatir, akibat terendamnya sawah, akan berpengaruh pada kehidupan ekonomi para petani. “Kondisi ini akan memperburuk angka kemiskinan dan penggangguran di Banten,” kata politisi PDIP itu seraya menilai belum ,elihat langkah kongkrit Pemorov Banten kepada para petani yang terkena dampak banjir.(BP/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.