5 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19,  Dua Puskesmas di Pandeglang Ditutup

  • Whatsapp
puskesmas
Puskesmas Cadasari Pandeglang ditutup selama tiga hari.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pelayanan kesehatan dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Pandeglang, yakni Puskesmas Cadasari dan Cikupa Pandeglang, ditutup sementara. Penutupan menyusul 5 tenaga kesehatan di dua Puskesmas tersebut dinyatakan positif covid-19.

Informasi yang dihimpun, kelima tenaga kesehatan di dua Puskesmas yang dinyatakan positif covid-19 itu, diantaranya sebanyak empat orang dari Puskesmas Cadasari dan satu orang di Puskesmas Cikupa, Kecamatan Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Pandeglang, Eni Yati mengatakan, Puskesmas Cadasari dan Cikupa ditutup sementara sejak Minggu (20/9/2020) hingga Selasa nanti. Hal itu dilakukan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di klaster Puskesmas.

“Puskesmas harus dilakukan sterilisasi dulu, pada Rabu nanti sudah mulai dibuka lagi,” ungkap Eni Yati di ruang kerjanya, Senin (21/9/2020).

BACA JUGA: 35 Kecamatan di Pandeglang Bakal Diguyur Dana Insentif

Eni mengatakan, para tenaga kesehatan yang positif covid-19 kini harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Saat ditanya berdasarkan hasil apa kelima tenaga kesehatan dari dua Puskesmas tersebut dinyatakan positif covid-19? Eni mengaku, diketahui dari hasil tracing aktif yang dilakukan Dinas Kesehatan Pandeglang.

“Dari hasil tracing aktif ke 12 kecamatan dan OPD – OPD dalam rangka menekan penyebaran covid-19, hasilnya menyatakan ada lima tenaga kesehatan yang terkonfirmasi covid-19,” ujarnya.

Saat ditanya lagi dari manakah mulanya kelima tenaga kesehatan itu terpapar covid-19, ia menyebut bisa dari berbagai faktor, seperti perjalanan keluar kota, atau terpapar setelah penanganan pasien dan bisa juga dari suaminya yang bekerja di luar kota.

Menurutnya, jika nanti setelah menjalani isolasi mandiri dan tes swab hasilnya negatif, para tenaga kesehatan itu diperbolehkan lagi untuk masuk kerja. Tapi ketika di swab lagi dan hasilnya belum juga negatif, maka isolasi mandirinya akan diperpanjang.

“Kondisi sejumlah tenaga kesehatan itu baik-baik saja, karena mereka tidak mempunyai gejala apapun. Jadi masuknya kategori OTG covid-19, dan itu sebetulnya yang lebih berbahaya terhadap penyebaran covid-19, karena OTG itu tidak ketahuan terpapar atau tidaknya,” terang Eni.

Diketahui dari sebaran data kasus positif covid-19 yang tercatat Tim Gugus Tugas Terpadu Penanganan covid-19 Pandeglang, terdapat sebanyak 91 kasus konfirmasi (KK) yang terdiri dari selesai dirawat 36 orang, masih diisolasi atau dirawat 50 orang dan meninggal dunia 5 orang.

Dari jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi covid-19 sebanyak 91 orang, diantaranya 17 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Pandeglang, termasuk kelima tenaga kesehatan dari dua Puskesmas di Pandeglang.

Seperti yang disampaikan juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang, dr Achmad Sulaeman beberapa hari lalu, sejauh ini jumlah yang terkonfirmasi covid-19 semakin meningkat. Bahkan katanya, pada Sabtu (19/9/2020) ia mencatat ada 86 orang yang KK, namun hari ini Minggu mengalami penambahan sebanyak 5 orang KK.

“Makanya kami tekankan agar masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tambah dia, dari 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, sudah ada sebanyak 10 kecamatan yang jadi zona merah, yakni, Cimanggu, Bojong, Saketi, Menes, Kaduhejo, Mekarjaya, Carita, Jiput, Cadasari, dan Majasari. (Samsul Fathoni/DIfa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.