5 Kontainer Difungsikan RSUD Dr Soetomo Surabaya Untuk Rawat Pasien COVID-19

oleh -
Direktur RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mantau kontainer yang dijadikan tempat untuk merawat pasiem COVID-19.

SURABAYA, REDAKSI24.COM- Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya mengfungsikan kontainer sebagai triage unit gawat darurat untuk melayani pasien COVID-19 agar lebih optimal.

“Kami sudah mendapat izin dari Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sehingga bisa dioperasikan,” ujar Direktur RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi di Surabaya, Minggu (11/7/2021).

Namun di dalam kontainer tersebut, tambahnya, sudah dibenahi dan sesuai dengan standar kesehatan, termasuk peralatan medis sesuai kebutuhan.

Pihaknya berkomitmen tidak akan menutup segala operasional di rumah sakit sehingga harus ada upaya memberikan layanan terbaik untuk kesehatan masyarakat, terutama pasien.

BACA JUGA: Meski Pasien COVID-19 Membludak, RS dr Soetomo Surabaya Tetap Terima Pasien

“Kami juga merekrut dokter-dokter yang baru lulus. Meskipun belum ada surat tanda registrasi (STR), tapi ini sedang izin ke Pak Menteri Kesehatan,” ucap dia.

Upaya ini, tandasnya, dengan tujuan untuk bisa melayani dan menjadi harapan bersama agar kasus COVID-19 di Jatim berkurang, bahkan pandemi segera berakhir.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, terdapat sekitar 20 pasien yang akan dirawat di UGD, tapi masih menunggu di selasar dan langsung dipindah agar tak ada lagi pasien di selasar.

Sebanyak lima unit kontainer untuk triage yang disiapkan di depan UGD RSUD dr. Soetomo. Masing-masing kontainer mampu menampung lima pasien COVID-19 dengan gejala sedang.

Modelnya, kata dia, disekat menjadi lima bagian dan bisa menampung 25 orang, yang setiap satu kontainer tersedia lima tempat tidur, termasuk Hepa Filter untuk bisa memberikan layanan untuk lima pasien.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur hingga hari ini pukul 16.00 WIB, secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif sebanyak 194.361 kasus, yang rinciannya dirawat sebanyak 17.118 kasus (8,81 persen), sembuh mencapai 163.158 kasus (83,95 persen), dan meninggal dunia 14.085 kasus (7,25 persen). (Fiqih/Ant/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.