Pedagang Pasar Jadi Target Awal Vaksinasi Covid-19 Tahap 2

oleh -
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu.

BANDUNG, REDAKSI24.COM – Program vaksinasi Covid-19 awal tahap dua memprioritaskan kepada kelompok masyarakat pelayanan publik. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan para pedagang pasar menjadi target vaksinasi Covid-19 awal tahap kedua.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, para pedagang pasar menjadi pilihan target vaksinasi karena kelompok tersebut cukup sering berkontak dengan masyarakat umum.

“Sasaran pertama yang kami sasar adalah pedagang-pedagang pasar, ini pesan pak menteri,” kata Maxi saat meninjau proses vaksinasi di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan paling lambat proses vaksinasi tahap dua itu dimulai pada akhir Februari 2021. Sehingga target 70 persen kekebalan kelompok terhadap COVID-19 di Indonesia dapat segera tercapai.

BACA JUGA: Wagub Jabar Minta Warga Tak Terpengaruh Berita Hoaks Tentang Vaksin COVID-19

Menurutnya dalam proses vaksinasi pedagang pasar itu, pihak Kemenkes tengah menyiapkan konsep dengan mendatangi langsung para subjek vaksin ke pasar-pasar. Maka dari itu, menurutnya, dalam proses tersebut perlu ada koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Saya lagi buat konsep untuk bukan hanya seperti ini di gedung, tapi ada mobile, kami mendatangi langsung ke pasar-pasar,” katanya.

Dalam satu pekan ini, Kemenkes bakal mulai melakukan sosialisasi kepada para petugas Dinas Kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Khususnya kepada Dinas Kesehatan di Jakarta dan Jawa Barat sebagai pelaksana pertama vaksinasi tahap dua tersebut.

Menurutnya, langkah-langkah inovasi proses vaksinasi yang dilakukan pemerintah daerah seperti Provinsi Jawa Barat yang melakukan vaksinasi di gedung berskala besar perlu ditiru.

Pasalnya, kata dia, itu bisa menjadi salah satu langkah uji coba manajemen vaksinasi yang berskala besar. Sehingga sekitar 18 juta orang yang menjadi sasaran vaksinasi tahap dua bisa selesai sesegera mungkin.

“Kalau tenaga kesehatan masih sedikit sekitar 1,5 juta, tapi pelayan publik itu ada 18 juta lebih, jadi sekitar 12 kali lipat seperti tenaga kesehatan, kalau tidak dilakukan percepatan, sasaran berikutnya akan molor,” tandasnya.(ANT/DIFA)