36 OKP dan Sejumlah PK KNPI Pandeglang Sepakat Gelar Musda Tandingan

  • Whatsapp
KNPI Pandeglang
Musda KNPI Pandeglang yang digelar pada Minggu (26/7/2020) diwarnai kericuhan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Kabupaten Pandeglang, sudah sepakat menolak hasil Musda ke XV. Mereka juga tengah mempersiapkan menggelar Musda tandingan.

Sebelumnya, Musda KNPI ke XV yang digelar di Gedung PKPRI Pandeglang pada Minggu (26/7/2020) malam, dengan dua kandidat ketua, Dedi Rivaldi dan Pujiyanto, berlangsung ricuh. Sejumlah OKP menganggap telah terjadi kejanggalan dalam proses verifikasi peserta Musda.

Bacaan Lainnya

Namun sebaliknya, panitia menyebut kericuhan justru mempercepat Musda yang secara aklamasi telah memilih Pujiyanto sebagai Ketua KNPI Periode 2020-2023.

Salah seorang aktivis Pandeglang, Agus Lani membenarkan, sejumlah OKP di Pandeglang tidak mengakui hasil Musda KNPI ke XV. Bahkan menyatakan hasil Musda tidak sah. Sebab ada beberapa kejanggalan, seperti tidak dilaksanakannya pra Musda.

“Verifikasi OKP peserta Musda juga tidak jelas. Bahkan ada organisasi dadakan yang ikut menjadi peserta Musda,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

BACA JUGA: Penolakan OKP Terhadap Hasil Musda KNPI Pandeglang Kian Menguat

Menurut Agus, sejumlah OKP di Pandeglang juga tidak mengakui KNPI versi Ali Hanafiah, dan mereka mendukung KNPI satu nafas untuk menggelar Musda tandingan. Dia menyebut OKP yang mendukung Musda KNPI satu nafas jumlahnya sebanyak 36 OKP ditambah sejumlah PK KNPI.

“Besok (Rabu) kami akan kumpul di Gedung KNPI untuk membahas Musda KNPI satu nafas. Saat ini kami tengah melakukan konsolidasi,” katanya.

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pandeglang, Lukman Hakim membenarkan sudah ada puluhan OKP dan PK yang siap menggelar Musda KNPI satu nafas, bahkan saat ini para OKP tengah melakukan konsolidasi untuk persiapan pelaksanaan Musda tandingan tersebut.

“Kami sedang membangun konsolidasi bersama OKP yang benar-benar riil, bukan OKP dadakan,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya ada pra Musda sebelum digelar Musda untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi OKP peserta Musda. “Karena melalui pra Musda akan terverifikasi OKP yang benar-benar terdaftar, bukan OKP yang muncul¬† tiba-tiba menjelang Musda,” tuturnya.

BACA JUGA: Dinilai Janggal, Musda KNPI Pandeglang Berlangsung Ricuh

Hal yang sama dikatakan Ketua DPC GMNI Pandeglang, TB M Afandi. Dia melihat kekisruhan KNPI menandakan adanya upaya memecah belah pemuda. Hal itu terlihat ketika panitia tidak mengindahkan permintaan skorsing sidang yang disampaikan Cipayung Plus dan sejumlah OKP lainnya.

“Seolah-olah panitia ingin mengarahkan peserta sidang ke salah satu calon tertentu. Maka dari itu kami sepakat untuk menggelar Musda lagi dengan tema KNPI Satu Nafas agar KNPI bisa menjadi wadah bagi semua OKP dan PK,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.