36 KSO PT BGD Belum Memberikan Keuntungan Bagi Pemprov Banten

  • Whatsapp
BUMD Banten
Gubernur Banten, Wahidin HAlim, bersama Wakilnya Andika Hazrumi memberi keterangan pers terkait BUMD.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 36 Kerjasama Operasional (KSO) di BUMD Banten Global Development (BGD) hingga kini dianggap belum mampu menghasilkan keuntungan atau deviden ke Kasda Pemprov Banten. Padahal, anggaran yang sudah dikucurkan Pemprov Banten ke PT BGD sudah mencapai Rp30 miliar.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan proses pembenahan kinerja BUMD BGD, agar lebih produktif dan menghasilkan keuntungan. Sebab, potensi pendapatan dari sektor ini sangat besar jika dalam menjalankannya dilakukan secara profesional.

Bacaan Lainnya

“Jangan ini mah kasus hukum mulu yang ditinggalkan. Terakhir Polda Banten kembali menetapkan tersangka dari jajaran mantan Direksi BGD karena kasus KSO tambang emas di Lebak,” kata WH, Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA: PT BGD sebagai BUMD Belum Pernah Sumbang Deviden Bagi Pemprov Banten

WH menambahkan, dalam sejarahnya, BGD memang penuh dengan lika-liku kaitannya dengan permasalahan hukum, sudah berapa kali mantan jajaran direksinya yang ditangkap. Sekarang masih ada yang dipanggil Kejati, Polda dan KPK, berkenaan dengan proses akuisisi dan perjalanan BGD.

WH mengaku, untuk menghindari hal serupa terjadi pada masa kepemimpinannya, seluruh jajaran Direksi BGD diganti meskipun statusnya sampai sekarang masih Pelaksana Tugas (Plt). Namun, ia menyatakan akan mendefinitifkan agar kewenangannya tidak terbatas seperti sekarang.

“Dari 2017 sampai sekarang tidak ada yang ditangkap. Artinya Pemprov Banten memberikan pembinaan terhadap BUMD, supaya jangan sampai menimbulkan masalah. Kami lakukan reshuffle secara menyeluruh,” ujarnya.

Setelah strukturnya dibenahi, lanjut WH, kemudian sistem KSO-nya juga akan dibenahi, salah satunya wear house yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. “Kemarin tim yang di lapangan sudah saya panggil. Kami akan restrukturisasi seluruhnya, karena ada potensi di situ sebagai gudang. Nanti akan kami hidupkan lagi supaya lebih rapih, peran BGD dimana, perusahaan dimana,” tuturnya.

BACA JUGA: Penyertaan Modal Bank Banten yang Dijanjikan Gubernur Ternyata Catatan Piutang

Ditambahkan WH, kalau sudah rapih semuanya, ke depan tentu harapan akan ada deviden yang masuk ke Kasda Provinsi Banten. “Semua ini masih dalam perbaikan,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Mahdani mengatakan, tahun terakhir BGD memberikan deviden ke Pemprov Banten sekitar Rp1,7 miliar dari total 36 KSO dan usaha-usaha lainnya.

Angka itu, lanjutnya, masih kemungkinan bisa bertambah jika seluruh SDM dimaksimalkan, karena modal yang diberikan Pemprov Bangen kepada BGD sudah cukup besar. “Asetnya saja sudah sekitar Rp15 miliar. Usaha lain ada saham di Jamkrida, BJB Syariah dan BJB juga bisa dioptimalkan sebagai pendapatan tambahan,” ujarnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.